Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KB Bukopin (BBKP) Bakal Ganti Nama, Hilangkan Embel-embel Bukopin

Bank KB Bukopin (BBKP) berencana mengganti nama baru perusahaan dengan menghilangkan unsur Bukopin.
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP), Jakarta, Selasa (28/6/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP), Jakarta, Selasa (28/6/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) berencana mengganti nama baru perusahaan dengan menghilangkan nama Bukopin. Upaya tersebut dilakukan untuk mengubah citra karena isu trust terhadap Bukopin. 

Direktur Utama Bank KB Bukopin Woo Yeul Lee mengatakan nama baru bank besutan korporasi keuangan asal Korea Selatan itu adalah KBBank. Kemudian, lanjutnya, tidak ada lagi embel-embel nama Bukopin di bank.

Dia mengataka pergantian nama tersebut akan dilakukan pada 22 Februari 2024. Menurutnya, nama Bukopin sebenarnya memiliki arti yang bagus.

"Namun seperti yang diketahui, sebelum diakuisisi [KB Kookmin Bank], ada bank run issue, jadi kita ada isu trust di sana," kata Woo Yeul Lee setelah acara Top 100 CEO & The Next Leader Forum 2023 yang digelar Infobank serta Ikatan Bankir Indonesia (IBI) pada Selasa (5/12/2023).

Sebagaimana diketahui, BBKP sempat dikendalikan kelompok Bosowa Group sejak 2014. Kemudian, bank umum yang semula dimiliki Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) dan pemerintah itu mencatatkan perburukan kualitas aset pada periode 2016 hingga 2017. 

Puncaknya, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BBKP secara gross sempat menyentuh level 8,54% pada 2017 lalu. Jumlah tersebut bahkan berada di atas ambang yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 5%. 

Pada saat bersamaan laba perseroan merosot 55,6% secara tahunan menjadi Rp110,51 miliar sepanjang 2017. Rasio profitabilitas yang tecermin dari margin bunga bersih tercatat sebesar 2,89% atau turun 104 basis poin dibandingkan 2016.

Di tengah carut marut tersebut, BBKP menggelar aksi Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV pada tahun 2018 guna mempertebal kondisi permodalan. KB Kookmin kemudian masuk dan mengakuisisi BBKP pada 2018. Kini, Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali atau PSP dengan kepemilikan sebesar 67%.

"Namun, terkadang masyarakat banyak yang tidak tahu bahwa bank ini dimiliki oleh Korea Selatan," katanya.

Adapun, penggantian nama sendiri tidak hanya bagi BBKP, tapi juga perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan KB Financial Group sebagai induk Kookmin Bank di Indonesia. 

Dia mengatakan tidak memiliki kekhawatiran ditinggal nasabah loyal Bukopin setelah mengganti nama bank.

"Karena memang sudah kami maintaince nasabah eksisting dan berupaya menggaet nasabah baru. Justru kami menerima permintaan dari nasabah untuk mengganti namanya," ujar Woo Yeul Lee.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper