Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Uang Beredar di Masyarakat (M2) Tembus Rp8.739,6 Triliun Usai Pilpres 2024

Bank Indonesia mencatat uang beredar di masyarakat dalam arti luas (M2) tembus Rp8.739,6 Triliun per Februari atau setelah Pilpres 2024.
Karyawan menata uang tunai di Cash Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menata uang tunai di Cash Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp8.739,6 triliun pada Februari 2024 atau tumbuh 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa pertumbuhan M2 tersebut relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 5,4% yoy. 

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit [M1] sebesar 5,2% yoy dan uang kuasi sebesar 5,3% yoy,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (22/3/2024).

Jika dirincikan, perkembangan M1 pada Februari 2024 dipengaruhi oleh perkembangan uang kartal di luar bank umum dan BPR, serta tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Uang kartal yang beredar di masyarakat tercatat sebesar Rp911,7 triliun, tumbuh 12,0% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 10,3% yoy.

Tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu juga tumbuh lebih tinggi, 3,9% yoy menjadi Rp2.235,1 triliun, dari bulan sebelumnya yang tumbuh 3,8% yoy.

Sementara itu, giro rupiah pada Februari 2024 tercatat sebesar Rp1.644,8 triliun, tumbuh sebesar 3,5% yoy, setelah tumbuh 3,6% yoy pada bulan sebelumnya.

Adapun, Erwin menyampaikan perkembangan M2 pada Februari 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. 

Penyaluran kredit pada Februari 2024 tumbuh sebesar 11,0% yoy, relatif terjaga dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5% yoy. Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 2,3% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan 4,8% yoy pada bulan sebelumnya. 

Sementara itu, tercatat tagihan bersih kepada pemerintah pusat terkontraksi sebesar 1,0% yoy, setelah tumbuh sebesar 1,9% yoy pada Januari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper