Bisnis.com, JAKARTA— PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menargetkan pertumbuhan premi yang berkelanjutan pada 2025. Pada 2024, perusahaan mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp20,75 triliun, yang naik dari Rp19,88 triliun pada 2023.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan bahwa untuk terus meningkatkan pendapatan premi, Prudential Indonesia menerapkan berbagai strategi, termasuk menghadirkan inovasi produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi, terutama untuk menangkap peluang di segmen milenial dan Gen Z yang kini mencapai 54% dari total populasi Indonesia.
“Kami juga mengembangkan jaringan distribusi, terutama untuk menangkap peluang pasar generasi milenial dan Gen Z yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 54% dari total populasi di Indonesia,” kata Karin.
Selain itu, Prudential Indonesia gencar melakukan kampanye pemasaran untuk menjangkau nasabah baru maupun mempertahankan nasabah existing. Kampanye ini dilakukan melalui berbagai saluran, baik media konvensional maupun media sosial, guna menginformasikan produk atau layanan baru.
Dari sisi tenaga pemasar, Prudential Indonesia terus mengoptimalkan peran mereka dalam meningkatkan literasi asuransi di masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga pemasar serta menambah jumlah tenaga pemasar, terutama dari kalangan Gen Z.
Baca Juga
“Kami terus membuat program untuk memperluas distribusi dengan menambah jumlah tenaga pemasar, khususnya guna menarik minat generasi Z untuk berprofesi sebagai tenaga pemasar sehingga mereka bisa ikut mengedukasi dan menarik minat Gen Z untuk berasuransi sejak dini. Salah satunya melalui New Agent Recruitment Campaign yang bertujuan untuk memperluas pasar,” jelas Karin.
Pertumbuhan Produk PAYDI dan Tradisional
Prudential Indonesia juga melihat bahwa produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) dan produk tradisional memiliki pasar masing-masing yang saling melengkapi. PAYDI tetap menjadi pilihan utama bagi segmen keluarga dan milenial yang sudah memahami konsep investasi, sementara produk tradisional dirancang lebih sederhana untuk mempermudah pemahaman bagi nasabah baru.
“Hingga kuartal III/2024, pendapatan premi dari produk unit linked kami mencatat pertumbuhan positif yang berasal dari pendapatan premi bisnis baru sebesar Rp3,7 triliun atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Karin.
Sementara itu, pendapatan premi produk tradisional juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga kuartal tiga 2024, produk ini mencatatkan pertumbuhan premi sebesar Rp3,7 triliun, naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi premi bisnis baru, produk tradisional tumbuh 3% dibandingkan tahun lalu.
“Produk tradisional dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi mereka yang baru mulai berasuransi untuk bisa memahami produknya. Karena kami melihat produk tradisional bisa dikemas jauh lebih sederhana dibandingkan PAYDI agar nasabah lebih mudah dalam memahami produknya,” ujar Karin.