Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penguatan KLM 5% Mulai 1 April 2025, Ini Sektor Prioritasnya

BI akan meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) dari 4% menjadi 5% dari DPK mulai 1 April 2025, utamanya terhadap sektor perumahan.
Logo Bank Indonesia (BI) di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta pada Kamis (23/11/2023). / Bloomberg-Rosa Panggabean
Logo Bank Indonesia (BI) di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta pada Kamis (23/11/2023). / Bloomberg-Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia akan meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial dari 4% menjadi 5% dari DPK mulai 1 April 2025, utamanya terhadap sektor perumahan. 

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menyampaikan penguatan KLM melalui peningkatan insentif pada sektor perumahan, termasuk perumahan rakyat dalammendukung program Asta Cita di bidang perumahan. 

Di mana kenaikan tersebut seiring dengan tambahan KLM khusus sektor perumahan dari rencana awal Rp23 triliun menjadi Rp103 triliun. 

“Jadi ini akan dilakukan 1 April [2025], ke depan kita evaluasi, kita coba kita perkuat mana yang perlu dioptimalkan, mana yang perlu didukung, mana yang sudah naik kelas,” ujarnya dalam Taklimat Media, Rabu (26/3/2025). 

Insentif KLM merupakan kebijakan BI untuk mengurangi Giro Wajib Minimum (GWM) bank. Kebijakan ini bertujuan mendorong bank untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas. 

Alhasil, bank akan terdorong untuk menyalurkan lebih banyak kredit di sektor prioritas sehingga pada akhirnya lapangan kerja yang terbuka akan meningkatkan pendapatan masyarakat, konsumsi, ekonomi. 

Sebelumnya, perbankan yang memberikan kredit kepada sektor perumahan, real estate, dan konstruksi akan mendapatkan pengurangan GWM sebesar 0,3%.

Sementara plafon insentif untuk sektor transportasi, pergudangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif diturunkan dari 0,4% menjadi 0,3%. Di mana 0,1% nya dialihkan kepada sektor perumahan. 

Kenaikan insentif KLM dari 4% menjadi 5%, di mana 1% nya diperuntukkan khusus sektor perumahan. Alhasil Mulai 1 April mendatang, plafon insentif untuk sektor tersebut bertambah 1,1% menjadi 1,4%. 

Adapun insentif untuk sektor lainnya tetap, yakni sektor pertanian, perdagangan, dan industri tetap sebesar 1,5%, ekonomi hijau 0,5%, UMI 0,3%, dan UMKM 1%. 

Solihin menyampaikan bahwa dalam kebijakan eksisiting, KLM yang diterima bank pada Maret 2025 sekitar Rp292 triliun atau dengan rasio sebsar 3,81% alias lebih rendah dari ketentuan 4%.

Berikut perubahan KLM per 1 April 2025 

Sektor  Eksisting  Per 1 April 2025 
Pertanian, Perdagangan, & Industri 1,5% 1,5%
Transportasi, Pergudangan, Pariwisata, & Ekraf 0,4% 0,3%
Konstruksi, RE, & Perumahan Rakyat  0,3% 1,4%
UMKM 1% 1%
UMi 0,3% 0,3%
Hijau  0,5% 0,5%

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper