Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Alat Berat, CSUL Finance Perbesar Nasabah Ritel

Bisnis.com, JAKARTA--- PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) berencana memperbesar porsi nasabah ritel dari 5% menjadi 10% pada paruh kedua tahun ini dari seluruh portofolio pembiayaan alat berat perseroan. Suwandi Wiratno, Presiden Direktur
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 18 Agustus 2013  |  18:55 WIB
Pembiayaan Alat Berat, CSUL Finance Perbesar Nasabah Ritel

Bisnis.com, JAKARTA--- PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) berencana memperbesar porsi nasabah ritel dari 5% menjadi 10% pada paruh kedua tahun ini dari seluruh portofolio pembiayaan alat berat perseroan.
 
Suwandi Wiratno, Presiden Direktur CSUL Finance, mengatakan nasabah ritel tidak sedikit yang beraktivitas di sektor konstruksi serta agrikultur. “Kegiatan konstruksi banyak di Jawa,” kata Suwandi, Jumat (16/8).
 
Potensi pembiayaan alat berat bagi nasabah ritel dianggap cukup menarik. Perseroan bahkan berencana memperbesar porsi nasabah ritel menjadi 20% pada tahun-tahun mendatang. Kendati demikian, porsi nasabah korporat masih tetap menjadi yang terbesar
 
Selain konstruksi dan agrikultur, perseroan juga membiayai alat berat untuk aktivitas di sektor kehutanan dan pertambangan. Pembiayaan yang disalurkan CSUL Finance pada saat ini didominasi untuk sektor pertambangan.
 
Hingga semester I tahun ini, pembiayaan alat berat masih lesu atau belum mengalami perubahan signifikan sejak kuartal I. Pembiayaan yang disalurkan CSUL Finance mencapai Rp920 miliar atau turun 9% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama 2012.
 
Lesunya pembiayaan alat berat ini terasa sejak semester II tahun lalu akibat sejumlah faktor, seperti merosotnya harga komoditas tambang seperti batu bara, perlambatan ekonomi di China, serta berita mengenai energi alternatif di Amerika Serikat.
 
Sampai akhir tahun ini, pembiayaan alat berat diperkirakan tetap lesu dengan kisaran penurunan hingga 15% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Kondisi seperti ini juga dirasakan oleh sejumlah perusahaan multifinance yang menyalurkan pembiayaan alat berat.
 
Kendati pembiayaan mengalami penurunan, CSUL Finance dapat mengumpulkan laba sekitar Rp175 miliar pada semester I tahun ini atau tumbuh 25% dibandingkan dengan Rp140 miliar pada periode yang sama 2012. “Karena kami lakukan efisiensi,” kata Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat suwandi wiratno csul finance
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top