Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenaikan Premi Asuransi Banjir di AS Ditunda

Para anggota senat dan anggota dewan Amerika Serikat dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menunda kenaikan rate premi asuransi banjir selama setidaknya 4 tahun.

Bisnis.com, MIAMI - Para anggota senat dan anggota dewan Amerika Serikat dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menunda kenaikan rate premi asuransi banjir selama setidaknya 4 tahun.

Kesepakatan tersebut juga meliputi kewajiban mendapatkan persetujuan dari Federal Emergency Management Agency (FEMA) ketika industri hendak menaikkan tarif asuransi banjir.

Demikian sejumlah hal yang termuat dalam draf legislasi mengenai premi asuransi banjir yang diperoleh Reuters.

"Karena kedua pihak telah bersepakat, maka kemungkinan besar proses penetapan legislasi ini bisa berjalan dengan cepat," ujar Ryan Brown, juru bicara anggota senat Florida dari Partai Demokrat Bill Nelson, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (29/10/2013).

Selain Nelson, sejumlah anggota senat juga telah menyatakan persetujuan. Beberapa di antaranya Johnny Isakson dari Georgia, Thad Cochran dari Mississippi, dan David Vitter dari Louisiana.

Pada Juli 2012, sesaat sebelum Amerika Serikat diserang Badai Sandy, Kongres telah mengesahkan Biggert-Waters Act. Aturan ini dibuat untuk mengurangi defisit anggaran Program Asuransi Banjir Nasional sebesar US$24 miliar akibat serangan Badai Katrina yang meluluh lantakkan New orleans pada 2005.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Sumber : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper