Pegadaian Targetkan Rp65 Miliar dari Bisnis Non-gadai

PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan Rp65 miliar per tahun dari 15% bisnis non gadai (remittance dan payment) yang telah diperbesar sejak beberapa tahun terakhir.
Peni Widarti | 02 Desember 2013 14:24 WIB

Bisnis.com, SIDOARJO - PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan Rp65 miliar per tahun dari 15% bisnis non gadai (remittance dan payment) yang telah diperbesar sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam upaya mencapai target tersebut, Pegadaian menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak usahanya PT Finnet Indonesia dengan nama Delima yang menyediakan layanan solusi sistem transaksi pembayaran secara elektronik.

Direktur Utama Pegadaian Suwhiono menjelaskan pihaknya melihat potensi bisnis payment ke depan adalah menuju era on line sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba mudah dan cepat.

"Dengan memperbesar bisnis non gadai seperti penyediaan layanan remittance dan payment tidak akan mengubah atau mengurangi banyak core business kami sebagai penyedia layanan gadai," katanya usai acara penandatanganan kerjasama PT Pegadaian dengan Telkom Group di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (2/12/2013).

Sebelumnya, jelas Suwhino, Pegadaian fokus mengembangkan bisnis gadai dengan porsi sebesar 90%, dan sekitar 10% adalah bisnis non gadai.
Namun, bisnis non gadai seperti layanan transaksi keuangan (seperti pembayaran tagihan listrik, telepon, pembelian pulsa) kini diperbesar menjadi 15% dan bisnis gadai menjadi 85%.

"Kalau dulu produk [layanan] kami hanya satu [gadai], tapi dengan merambah jasa pengiriman uang dan pembayaran akan menambah pendapatan kami," ujarnya.

Adapun saat ini Pegadaian memiliki 5.000 cabang di seluruh Indonesia, dan sekitar 2.400 cabang di Pulau Jawa telah terpasang layanan on line, sedangkan di luar Jawa tengah dalam proses pengerjaan.

“Pada 2014 kami menargetkan seluruh Indonesia sudah terpasang layanan on line, tapi untuk luar Pulau Jawa memang masih terkendala karena lokasi cabang yang menyebar, jadi implementasinya perlu waktu,” imbuh Suwhiono.

Tag : pt pegadaian, pegadaian
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top