Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Ketenagakerjaan Beroperasi, Bagaimana dengan Program Pensiun?

Program jaminan pensiun yang akan dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Juli 2015 dinilai perlu memiliki kelanjutan program.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 05 Januari 2014  |  17:07 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Beroperasi, Bagaimana dengan Program Pensiun?
BPJS Ketenagakerjaan yang melanjutkan peran Jamsostek perlu memiliki program pensiun

Bisnis.com, JAKARTA---Program jaminan pensiun yang akan dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Juli 2015 dinilai perlu memiliki kelanjutan program.

Abdurrahman Irsyadi, Ketua Umum Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan, mengatakan lembaga hasil pembubaran PT Jamsostek itu perlu memiliki skema fondasi yang kuat dalam menyusun regulasi program pensiun.

“Yang paling penting adalah sustainability program pensiun berjangka panjang. Kita tidak mau di kemudian hari program pensiun menjadi pemicu krisis ekonomi sebagaimana yang terjadi di Yunani, Amerika Latin, dan Eropa,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Minggu (5/1/2014).

Menurutnya, program jaminan sosial yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan memiliki sejumlah persamaan dengan lembaga serupa di negara Asia Pasifik. Abdurrahman mengambil satu contoh program pensiun di India.

Pemerintah India menyediakan program pensiun untuk pegawai pemerintah dengan iuran 1,17% per bulan sedangkan untuk pekerja lainnya yang mencakup pekerja paruh waktu, harian maupun kontrak melalui program berupa provident fund dan social assistance yang bersifat wajib.

“Kami berharap ketika program pensiun yang akan diterapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan nantinya harus lebih baik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs bpjs ketenagakerjaan
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top