Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ASURANSI UMUM: Aturan Tarif Batas Bawah dari OJK Sudah Sesuai

Menanggapi surat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut aturan soal batas bawah tariff asuransi kerugian, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan ketentuan dari OJK sudah sesuai.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 28 Agustus 2014  |  19:08 WIB
ASURANSI UMUM: Aturan Tarif Batas Bawah dari OJK Sudah Sesuai
Promosi produk asuransi umum - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Menanggapi surat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut aturan soal batas bawah tariff asuransi kerugian, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan ketentuan dari OJK sudah sesuai.

Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI menilai ketentuan OJK sudah sesuai dengan Undang-Undang Asuransi dan peraturan yang berada di bawahnya. Menurutnya, tarif premi memang tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. "Saya pikir, itu sebabnya OJK membuat batasan," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/8/2014).

Julian mengatakan, penetapan tarif yang terlalu rendah oleh perusahaan asuransi, bisa berdampak pada ketidakmampuan perusahaan membayarkan klaim. "Bisa collapse nanti perusahaannya," imbuh Julian.

Sebagai gambaran, penetapan batas bawah tarif premi tersebut diatur melalui Surat Edaran OJK No. SE.06/D.05/2013 (SE 06) tentang Penetapan Tarif Premi serta Ketentuan Biaya Akuisisi pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Bermotor dan Harta Benda serta jenis Resiko Khusus meliputi Banjir, Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi, dan Tsunami tahun 2014.

KPPU menilai aturan tersebut merugikan konsumen. Itu sebabnya, beberapa waktu lalu, KPPU menyurati OJK untuk menghapus pembataran tarif bawah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaui
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top