Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BANKERS DINNER: Bank Indonesia Targetkan Pasar Syariah Tembus 20%

Bank Indonesia menargetkan pangsa aset perbankan syariah bisa mencapai 20% dari aset bank konvensional dalam satu dekade.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 20 November 2014  |  22:21 WIB
Bank Indonesia menargetkan pangsa aset perbankan syariah bisa mencapai 20% dari aset bank konvensional dalam satu dekade.
Bank Indonesia menargetkan pangsa aset perbankan syariah bisa mencapai 20% dari aset bank konvensional dalam satu dekade.

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia menargetkan pangsa aset perbankan syariah bisa mencapai 20% dari aset bank konvensional dalam satu dekade.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, nantinya bisa menjadi satu pusat keuangan syariah dalam kancah internasional.

"Kami akan mengembangkan opsi syariah yang kompetitif untuk setiap instrumen keuangan konvensional, pasar sukuk yang dalam dan likuid," ungkapnya dalam Bankers Dinner di JCC, Kamis (20/11/2014).

Agus mengungkapkan regulasi yang kondusif dan didukung sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan menggenjot pasar syariah.

Dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pertengahan November 2014, total emisi obligasi dan sukuk (surat utang syariah) BEI berjumlah 259 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp223,37 triliun dan US$100 juta, diterbitkan oleh 106 emiten.

Sedangkan surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp1.223,33 triliun dan US$540 juta dan 5 EBA senilai Rp1,82 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bankers dinner
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top