Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target 2017, Adira Finance Incar Tumbuh 10%

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp34 triliun-Rp35 triliun pada 2017 atau naik 10% dari target tahun ini.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 06 Desember 2016  |  23:25 WIB
Target 2017, Adira Finance Incar Tumbuh 10%
Adira Finance. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp34 triliun-Rp35 triliun pada 2017 atau naik 10% dari target tahun ini.

I Made Dewa Susila, Direktur Keuangan Adira Dinamika Multifinance (Adira Finance) menuturkan meski industri otomotif tengah mencari keseimbangan baru, perusahaan masih menjadikan pembiayaan otomotif sebagai sumber utama  bisnis. Adira, kata Made, telah menjajaki pembiayaan multiguna akan tetapi lini ini belum dapat diharapkan sebagai sumber utama pertumbuhan.   

“Kami tidak akan pernah keluar dari otomotif. Namun kami beyond otomotif,” kata Made, Selasa (6/12/2016).

Dia mengatakan saat ini dari pembiayaan baru yang disalurkan oleh Adira terjadi pergeseran pola produk. Saat ini pembiayaan mobil terus membesar. Meski begitu komposisi pembiayaan yang disalurkan secara total masih didominasi motor yang mencapai 55%. Sedangkan pembiayaan mobil mencapai 43% dari pembiayaan baru. Sementara sisanya merupakan pembiayaan lainnya.  

“Mobil semakin membesar kemungkinan [komposisi bisnisnya] menjadi 50-50,” katanya.

Untuk mencapai target di 2017, Made mengharapkan pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat mendorong konsumsi tetap tumbuh di tengah masyarakat dengan menjaga inflasi dan harga yang dikendalikan pemerintah. Apalagi dalam struktur ekonomi Indonesia pertumbuhan ekonomi tidak dapat mengandalkan belanja negara sebagai satu-satunya penopang pertumbuhan ekonomi.

“Sumbangan negara para perekonomian hanya 15%, sisanya merupakan konsumsi masyarakat. Untuk itu harus dijaga,” katanya.

Sementara untuk sumber pendanaan, Made mengatakan pihaknya mengutamakan asset liability matching. Meski begitu ia memperkirakan pola sumber pendanaan belum akan bergeser jauh yakni dari Rp21 triliun kebutuhan 50% akan dipenuhi dari penerbitan surat berharga seperti obligasi, sukuk, hingga MTN. Selain itu 30% diharapkan bersumber dari pembiayaan perbankan sedangkan 20% sisanya merupakan pembiayaan offshore. “itu juga langsung di hedging,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance adira finance
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top