Ekonomi Melambat, HSBC Indonesia Kurangi Exposure ULN

HSBC Indonesia mengurangi exposure pinjaman luar negerinya terkait kondisi ekonomi yang masih melambat.
Annisa Sulistyo Rini | 21 Desember 2016 00:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--HSBC Indonesia mengurangi exposure pinjaman luar negerinya terkait kondisi ekonomi yang masih melambat.

Ali Setiawan, Managing Director HSBC Indonesia, menuturkan selain itu kebutuhan valuta asing juga jauh berkurang seiring dengan kondisi ekonomi. Ketentuan Bank Indonesia untuk melakukan lindung nilai dan mata uang rupiah untuk transaksi di dalam negeri juga disebutnya menjadi faktor pendorong berkurangnya kebutuhan valas.

“Aktivitas menurun, seiring juga dengan ketentuan rupiah di dalam negeri sehingga kebutuhan valas berkurang,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (20/12/2016).

Pada kuartal III/2016 HSBC Indonesia mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp49,97 triliun atau turun dibandingkan akhir tahun lalu yang senilai Rp54,14 triliun.

Dengan demikian, penyaluran kredit HSBC Indonesia minus 7,68% secara year to date (y-t-d). Meskipun penyaluran kredit menurun, laba bersih meningkat 149,56% menjadi Rp1,5 triliun.

Sementara itu, Statistik Utang Luar Negeri Indonesia melaporkan pada Oktober 2016 nilai utang luar negeri bank senilai US$29,22 miliar atau tumbuh minus 1,72% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai US$29,73 minus. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan September 2016 yang tumbuh minus 3,46% secara tahunan.

Di bulan kesepuluh ini, kelompok bank swasta asing mencatatkan penurunan yang lebih dalam, yakni -25,18% dibandingkan bulan sebelumnya yang -23,46%.  Kelompok bank swasta campuran juga masih  mencatatkan pertumbuhan minus 9,29% secara tahunan. Sedangkan utang kelompok bank swasta nasional dan bank milik negara tumbuh masing-masing sebesar 0,12% dan 33,93% secara tahunan.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, hsbc
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top