Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perry Jadi Calon Tunggal, Bos Bank Mayapada Sebut Sudah Tepat

Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  12:16 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (kiri), berdiskusi dengan Deputi Gubernur Perry Warjiyo, di sela-sela konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Dwi Prasetya
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (kiri), berdiskusi dengan Deputi Gubernur Perry Warjiyo, di sela-sela konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan, siapapun yang menjabat sebagai gubernur BI diharapkan bisa meningkatkan kinerja BI.

"Kami berharap siapapun yang menggantikan Pak Agus [Martowardojo] bisa melanjutkan seluruh program-program yang bagus dan meningkatkan kinerja BI," katanya kepada Bisnis, Senin(26/2/2018).

Haryono Tjahriadi, Presiden Direktur PT Bank Mayapada Internasional Tbk. mengatakan, penunjukan Perry sebagai calon tunggal sudah tepat.

Alasannya, Perry dikenal dikalangan bankir sebagai ahli di bidang moneter dan makroprudensial. Selain itu, dia juga punya karir panjang di BI sehingga punya hubungan yang baik di kalangan internal dan eksternal.

"Itu akan menunjang tugas-tugasnya apabila nanti Pak Perry Warjiyo akhirnya disahkan menjadi Gubernur BI yang baru," ujarnya.

Surat dari presiden sudah diterima oleh pimpinan DPR RI dan akan dibacakan di sidang paripurna usai reses. Anggota DPR akan kembali berkantor pada Senin (5/3).

Setelah dibacakan di paripurna lalu diadakan rapat Badan Musyawarah. Baru kemudian ditugaskan kepada Komisi XI untuk membahas

Sedangkan untuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) baru akan dijadwalkan setelah surat dari presiden sudah sampai di Komisi XI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perry warjiyo
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top