Bank Victoria Berencana Terbitkan Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Victoria International Tbk. berencana menerbitkan obligasi subordinasi dan negotiable certificate deposit (NCD) pada tahun depan untuk mendapatkan sumber dana jangka panjang.
Ipak Ayu H Nurcaya | 20 November 2018 20:50 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Victoria International Tbk. berencana menerbitkan obligasi subordinasi dan negotiable certificate deposit (NCD) pada tahun depan untuk mendapatkan sumber dana jangka panjang.

Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar mengatakan saat ini rencana tersebut masih dalam proses perhitungan. “Masih dihitung kebutuhannya,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (18/11/2018). 

Penerbitan obligasi dan NCD, menurut Ahmad, diperlukan sebagai strategi diversifikasi untuk mendapatkan pendanaan sebagai modal ekspansi kredit. 

Menurutnya, secara keseluruhan kondisi perbankan masih akan memperhatikan tren suku bunga ke depan dengan berbagai strategi guna menjaga keberlangsungan likuiditas. Sebagian bank bahkan sudah menyeleraskan suku bunga deposito dengan kenaikan suku bunga kebijakan Bank Indonesia 7-Days Reverse Repo Rate.

"Kalau kami selalu berusaha cari dana bukan hanya cari dana yang satu bulanan tetapi strategi kami panjangin lebih ke tiga bulanan, enam bulan untuk mengamankan posisi. Khusunya pada deposito, jadi deposito dipanjangin yang biasanya satu bulan kami panjangin," katanya.

Ahmad mengemukakan bahwa secara umum strategi yang dilakukan perseroan tak jauh berbeda dengan bank-bank kecil kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dan BUKU II lainnya dalam mendalang dana. Guna menarik dana jangka panjang, lankah yang ditempuh antara lain adalah memberikan suku bunga yang lebih tinggi pada deposito yang tenornya lebih lama. Selebihnya, perseroan memaksimalkan penerimaan dana dari pasar modal.

Ahmad mengakui, kondisi disparitas yang terjadi antar bank BUKU II dan BUKU IV saat ini juga masih memungkinkan adanya strategi lain yakni pinjaman antar bank. "Prinsipnya perpanjang deposito ini supaya lebih tahan lama dan tidak bergejolak ketika akhir tahun. Juga sebagai antisipasi jika ada orang pinjam banyak kemudian menyebabkan likuditas kami berkurang," katanya.

Sementara itu, Bank Victoria memproyeksi pertumbuhan kredit perseroan tahun depan akan sama dengan proyeksi industri yang ada pada kisaran 13%. Prinsipnya pada tahun depan, pertumbuhan pasar tidak akan bisa diharapkan terlalu agresif sehingga lebih penting menjaga kualitas kredit.

Sementara hingga kuartal III/2018 lalu, rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan berada pada kisaran 75% atau di bawah ketentuan untuk Bank BUKU II sebesar 80%. Artinya, ekspansi pembiayaan kredit perseroan dipastikan masih besar.

Tag : Obligasi, bank victoria
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top