Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Bank Masih Ketat, Ini Komentar Ekonom Maybank

Menurut data OJK, pertumbuhan DPK perbankan per Februari 2019 mencapai 6,57%. Pada periode yang sama, pertumbuhan kredit perbankan telah melaju ke level 12,13%.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 April 2019  |  17:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kondisi likuiditas perbankan diproyeksikan masih akan ketat pada tahun ini. Tren ini dilihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan kredit.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan DPK perbankan per Februari 2019 mencapai 6,57%. Pada periode yang sama, pertumbuhan kredit perbankan telah melaju ke level 12,13%.

Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Myrdal Gunarto mengatakan setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan pertumbuhan DPK melambat.

Pertama, pertumbuhan ekonomi domestik yang lajunya moderat membuat penciptaan uang baru dari aktivitas perekonomian juga menjadi tidak cepat. “Hal itu tercermin di laju DPK saat ini yang masih lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit,” ujarnya, Rabu (3/4/2019).

Kedua, capital outflow pada periode tahun lalu juga membuat pertumbuhan DPK tertahan karena dana-dana milik investor asing mengalir ke luar negeri.

Faktor ketiga, menurut Myrdal, adalah crowding out effect yang muncul sebagai dampak atas banyaknya instrumen surat utang yang diterbitkan oleh negara. Ketika pemerintah agresif menerbitkan surat utang, sebagian dana investor yang semestinya masuk ke sektor swasta untuk menggerakkan perekonomian justru tersedot ke pemerintah.

Keempat, ketiadaan inovasi untuk menarik dana ke dalam negeri seperti program amnesti pajak pada beberapa tahun lalu. Pasalnya, program tersebut telah berhasil menambah DPK melalui aksi repatriasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Maybank Indonesia likuiditas bank
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top