Laba Bank Sampoerna Kuartal I/2019 Naik 75 Persen

PT Bank Sahabat Sampoerna mencetak laba senilai Rp25 miliar per kuartal I/2019, naik 75% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14 miliar.
Ipak Ayu H Nurcaya | 14 Mei 2019 15:24 WIB
Nasabah melakukan transaksi elektronik di kantor Bank Sahabat Sampoerna, Jakarta, Rabu (06/06). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Sahabat Sampoerna mencetak laba senilai Rp25 miliar per kuartal I/2019, naik 75% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14 miliar.

Pertumbuhan laba Bank Sampoerna terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 7% yoy menjadi Rp161 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp150 miliar.

Selain itu, beban operasional pada kuartal I/2019 juga dapat ditekan menjadi Rp131 miliar atau menurun 5% dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun 2018.

Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah mengatakan bahwa kinerja tersebut didorong oleh ekspansi penyaluran kredit. Sampai dengan kuartal I/2019, pinjaman yang tercatat sebesar Rp7,7 triliun atau naik 21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,4 triliun. 

“Sesuai dengan visi dan misi kami untuk mendukung para pelaku usaha UMKM, sebanyak 68% kredit telah disalurkan ke sektor itu,” katanya melalui siaran pers, Selasa (14/5/2019).

Pada saat yang sama, Bank Sampoerna berhasil membukukan pencapaian penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK per Maret 2019 sebesar Rp8,5 triliun, meningkat dari periode tahun lalu yang sebesar Rp7,3 triliun. Dalam hal penghimpunan DPK ini, peningkatan dana murah berupa giro dan tabungan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

Rekening giro pada Bank Sampoerna tercatat membukukan pertumbuhan sebesar 41% yoy menjadi Rp487 miliar, sedangkan tabungan tumbuh 23% yoy menjadi Rp863 miliar. Jumlah deposito juga mengalami kenaikan yang baik sebesar 15% yoy menjadi Rp7,2 triliun. Hal ini berdampak pada peningkatan pada rasio dana murah giro dan tabungan (current account saving account/CASA) ke tingkat 16% dibandingkan dengan 14% pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penyaluran pinjaman dan penghimpunan DPK yang seimbang menjadikan rasio pinjaman terhadap total simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tetap terjaga dengan baik. LDR per akhir Maret 2019 terjaga di level 90,53%. Angka ini tidak terlalu jauh berbeda dari yang tercatat per Maret 2018 sebesar 87,57%.

Dari sisi kualitas, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tetap terjaga pada level 3,26%. Sementara ROA & ROE masing-masing meningkat secara signifikan dan berturut-turut berada pada tingkat 1,36% dan 7,19%.

Selain itu, komitmen pemegang saham untuk terus mendukung kinerja Bank diwujudkan dengan adanya tambahan setoran modal sebesar Rp120 miliar pada Maret 2019. Hal ini ikut berdampak pada rasio kecukupan modal (CAR) di level 19,97% pada akhir Maret 2019.

“Bank Sampoerna juga sedang bersiap untuk dapat mengimplementasikan PSAK 71 yang akan mulai segera berlaku di tahun 2020. Kami mengantisipasi bahwa penerapan PSAK ini akan mengharuskan kami untuk mengakumulasikan pencadangan yang lebih besar. Tambahan setoran modal pada awal tahun ini lebih meningkatkan kesiapan kami menghadapi PSAK 71,” ujar Henky Suryaputra, Chief Financial Officer Bank Sampoerna.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank sampoerna, bank sahabat sampoerna

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup