3 Bank BUMN Sudah Umumkan Dividen, Berapa Dividen BTN?

Sebanyak tiga bank BUMN telah mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2018. Hanya satu bank pelat merah yang belum menetapkan dividen yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Ropesta Sitorus, M. Khadafi, Ipak Ayu H. N.
Ropesta Sitorus, M. Khadafi, Ipak Ayu H. N. - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  11:59 WIB

 Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak tiga bank BUMN telah mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2018. Hanya satu bank pelat merah yang belum menetapkan dividen yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara terpisah, tiga bank BUMN mengumumkan rasio pembagian dividen yang bervariasi. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan menaikkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2018 menjadi 50% dari total laba yang diperoleh pada 2018. Nilai dividen dari Bank Wong Cilik itu setara dengan Rp16,17 triliun atau Rp131 per lembar saham dan maksimal Rp132 per saham. 

Secara historis dalam lima tahun terakhir BBRI terus menaikkan dividend payout ratio dan tahun ini merupakan yang tertinggi. Rinciannya berturut-turut sejak tahun buku 2014 hingga 2018 BRI mencatat pembagian dividen dengan rasio 30,00%, 30,27%, 40,36%, 45,41%, dan 50% dari total laba perseroan. 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menetapkan pembagian dividen sebesar 45% dari total laba bersih 2018. Nilai dividen yang ditebar kepada pemegang saham Rp11,257 triliun atau sebesar Rp241 per saham.  

Sebagai informasi, dividend payout ratio emiten perbankan berkode saham BMRI itu tidak berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya kendati laba bersih perseroan naik signifikan pada 2018 menjadi Rp25,0 triliun atau tumbuh 21,2% secara year on year (yoy).  

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan menurunkan dividend payout ratio. Total dividen yang dibagikan perseroan sebesar Rp3,75 triliun, setara 25% dari laba bersih tahun buku 2018 yang berjumlah Rp15,01 triliun, dengan nilai per saham yakni Rp805. 

Pada tahun lalu, emiten bersandi BBNI membagikan dividen untuk tahun buku 2017 sebesar Rp4,77 triliun atau 35% dari laba bersih perseroan.  

Penurunan pembagian dividen BNI dinilai sesuai dengan usulan manajemen pada pemegang saham demi memperkuat  rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR). Dengan meningkatkan saldo laba ditahan, rasio CAR diharapkan terjaga di level 18,5% hingga akhir tahun sehingga bisa mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis sebesar 13%-15% pada 2019. 

Lalu, berapa perkiraan dividen payout ratio bank pelat merah lainnya yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.?

Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko menyatakan manajemen akan mengusulkan agar dividend payout ratio tidak berubah dari tahun lalu yakni 20% terhadap total laba. Keputusan resmi mengenai pembagian dividen BTN akan diambil dalam RUPST yang digelar pada hari ini, Jumat (17/5/2019). 

“Iya usulannya masih sama dengan tahun lalu, 20%," katanya kepada Bisnis, Kamis (16/5/2019).

Sebagai gambaran, emiten bersandi BBTN itu menutup 2018 dengan jumlah laba bersih Rp2,8 triliun turun 7,85% (YoY). Dengan perkiraan payout ratio 20%, dividen BBTN kali ini berkisar Rp560 miliar. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rasio dividen bank spesialis kredit perumahan tersebut memang yang paling rendah dibandingkan peernya sesama bank pelat merah. Berturut-turut sejak tahun buku 2014 -2018 payout ratio BTN sebesar 19,48%, 19,19%, 20%, 20%, dan 20%. 

Dalam kesempatan sebelumnya, Iman sempat menjelaskan alasan payout ratio yang lebih rendah tersebut karena CAR BTN masih lebih kecil dibandingkan tiga bank BUMN lainnya. Di sisi lain, perseroan cukup agresif membidik pertumbuhan bisnis. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn, dividen, bank bumn

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top