Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejar Target, MTF Bakal Pacu Pembiayaan di Semester Kedua 2019

MTF tidak akan mengubah target pembiayaan sepanjang 2019 yang dipatok senilai Rp29 triliun, meskipun realisasi pada semester pertama tahun ini hanya Rp13,5 triliun, relatif tidak berbeda dibandingkan semester pertama tahun lalu yang senilai Rp13,4 triliun.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  13:30 WIB
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan pembiayaan, PT Mandiri Tunas Finance, optimistis mampu merealisasikan target pembiayaan sepanjang 2019, meski realisasi hingga paruh pertama tahun ini terbilang stagnan akibat lesunya pasar kendaraan roda empat.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, hingga akhir semester I/2019 pihaknya membukukan total pembiayaan konvensional senilai Rp13,5 triliun.

Realisasi itu, jelasnya, tidak bertumbuh sebab pada periode yang sama tahun lalu pembiayaan anak usaha patungan PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) dan PT Tunas Ridean Tbk. ini tercatat senilai Rp13,4 triliun.

Kendati demikian, Harjanto mengatakan pihaknya masih meyakini pasar pembiayaan pada semester II/2019 lebih baik. MTF pun tidak akan mengubah target pembiayaan sepanjang 2019 yang dipatok senilai Rp29 triliun.

“MTF optimistis pada semester II/2019 akan lebih baik,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (17/7/2019).

Harjanto mengatakan, keyakinan itu ditopang dengan sejumlah asumsi. Menurutnya, berbeda dengan paruh pertama, pada semester II/2019 ini kondisi politik Indonesia lebih stabil sehingga memberikan peluang bagi peningkatan pemasaran.

Faktor lain, jelas dia, adalah sejumlah produk dan varian baru yang bakal dihadirkan agen pemegang merek otomotif. Di sisi lain, Harjanto mengatakan pihaknya juga bakal aktif menjalankan sejumlah program guna memacu pemasaran, khususnya terkait lini pembiayaan kendaraan bermotor.

Pasalnya, hingga saat ini lini pembiayaan itu masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan perseroan. “MTF juga aktif membuat berbagai event pameran, program dan kolaborasi dengan otomotif digital platform.”

Harjanto mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan pemasaran kendaraan untuk segmen korporasi atau coorporate fleet yang terus bertumbuh.

MTF, jelas dia, bakal mengembangkan jaringan di sejumlah daerah baru, yakni di Jawa Barat dan Sumatera Selatan, setelah sebelumnya sudah hadir di DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

“[Fokus strategi lainnya] penggarapan pasar kendaraan komersial,” jelasnya.

Selain pembiayaan kendaraan bermotor, Harjanto mengatakan pihaknya juga bakal mendorong lini pembiayaan multiguna dengan membuka kantor cabang khusus di Surabaya. Penguatan lini ini juga dilakukan dengan meningkatkan promosi produk fasilitas dana, Cash Aja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mandiri tunas finance
Editor : Emanuel B. Caesario
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top