Modalku Salurkan Pembiayaan Rp1 Triliun Setiap Bulan, Target Tahun Ini Hampir Tercapai

Meski penyaluran pembiayaan sudah mendekati target Rp10 triliun, tapi Modalku tak akan menaikkan target 2019.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  18:54 WIB
Modalku Salurkan Pembiayaan Rp1 Triliun Setiap Bulan, Target Tahun Ini Hampir Tercapai
Co Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya (kanan) bersama Co Founder dan COO Modalku Iwan Kurniawan memberikan paparan dalam acara media gathering, di Jakarta, Rabu (3/7/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyaluran pembiayaan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) diproyeksi melampaui target, sejalan dengan nilai pencairan yang mencapai Rp1 triliun setiap bulannya.

Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan hingga 14 Agustus 2019, penyaluran pembiayaan Modalku telah mencapai Rp8,03 triliun atau meningkat hingga 121,21 persen secara year-to-date (ytd) jika dibandingkan dengan Desember 2018 yang sejumlah Rp3,63 triliun.

“Target kami tetap sama Rp10 triliun. Target tidak naik, tetapi bisa jadi pencapaiannya naik. Kemungkinan besar hasilnya di atas [target]. Kalau overachieved itu bagus. Toh, sudah 4 bulan lagi, jadi tidak perlu menaikkan target,” paparnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Modalku merupakan salah satu pionir Peer-to-Peer (P2P) lending yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura sejak 2016. Hal itu menarik minat banyak lender yang tersebar di berbagai negara yang kini jumlahnya mencapai 142.000 akun.

Hingga saat ini, lebih dari 60 persen bisnis Modalku disokong oleh Indonesia. Fokusnya pun memberikan pembiayaan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Modalku telah melayani lebih dari 870.000 pinjaman. Kendati cukup agresif dalam menyalurkan pinjaman, tingkat default (kredit macet) yang tercatat mencapai 1,23 persen, masih di bawah rata-rata industri yang sebesar 1,75 persen per Juni 2019.

Ke depannya, Modalku akan terus memperdalam penetrasi pembiayaan yang sudah berjalan, ketimbang mengembangkan berbagai produk.

“Semakin banyak produk semakin kompleks. Paling bagus adalah satu produk yang bisa menjangkau semuanya,” terang Reynold.

Saat ini, Modalku memiliki dua produk pinjaman berupa pembiayaan UMKM dan invoice financing. Keduanya merupakan pinjaman yang tidak mensyaratkan agunan.

Untuk pinjaman UMKM, Modalku dapat memberikan pinjaman dari Rp50 juta-Rp2 miliar dengan tenor pinjaman 3-24 bulan. Adapun pembiayaan invoice dapat membiayai tagihan hingga 80 persen dengan tenor pinjaman 15-90 hari. 

Kini, Modalku juga mulai fokus untuk memberikan pembiayaan kepada pengusaha mikro seperti warung dengan maksimal pinjaman sebesar Rp10 juta.

Reynold mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjalani proses permohonan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech, Modalku

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top