Ini Tips dari Bankir Agar Milenial Lolos Mengajukan KPR

Ada sejumlah pertimbangan yang harus dimiliki generasi milenial jika ingin mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), dan diterima oleh bank sebagai kreditor.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 13 November 2019  |  20:26 WIB
Ini Tips dari Bankir Agar Milenial Lolos Mengajukan KPR
Foto aerial suasana proyek pembangunan apartemen district 1 Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Ada sejumlah pertimbangan yang harus dimiliki generasi milenial jika ingin mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), dan diterima oleh bank sebagai kreditor.

Menurut Mortgage & Indirect Auto Business Head PT Bank CIMB Niaga Tbk. Heintje Mogi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi hunian. Heintje menyebutkan bahwa jangan sampai calon debitur salah memilih hunian yang secara lokasi tidak strategis karena jauh dari transportasi umum dan sarana serta prasarana publik lain.

“Baiknya lokasi itu yang menarik. Cari hunian dekat transportasi umum dan banyak fasilitasnya,” ujar Heintje di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

CIMB Niaga mengutarakan, saat ini banyak milenial yang mulai melirik KPR untuk hunian vertikal atau apartemen. Pilihan ini dianggap wajar karena apartemen umumnya menawarkan banyak fasilitas di sekeliling unit.

Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah harga hunian. Menurut Heintje, ada baiknya KPR yang diajukan tak membebani keuangan debitur atau terjangkau.

Ketiga, milenial harus mengetahui detail pengembang hunian yang akan mereka pilih. Jangan sampai calon debitur tergoda dengan tawaran-tawaran menarik pengembang yang tak memiliki rekam jejak bagus, apalagi tidak bekerja sama dengan bank dalam penyaluran KPR.

“Karena enggak mungkin dong misal milenial penghasilan Rp10 juta mau beli rumah harganya Rp2 miliar-Rp3 miliar. Anak-anak milenial itu kalau ada penghasilan beli dulu rumah pertama, nanti kerja makin lama akan tambah penghasilan dan beli rumah kedua yang lebih besar,” katanya.

Heintje memprediksi ke depannya tren KPR untuk hunian vertikal akan menjadi pilihan utama debitur. Hal ini berlaku terutama bagi calon pembeli hunian di kota-kota besar.

Hingga kuartal III/2019 penyaluran KPR CIMB Niaga mencapai Rp32,82 triliun. Angka tersebut tumbuh 12,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Saat ini, rasio KPR Apartemen dari portofolio pembiayaan hunian perseroan mencapai 8%. Hingga akhir 2019 CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan KPR mampu stabil di angka 12%-13%. Sementara pada 2020 BNGA menargetkan penyaluran KPR tumbuh 13%-14%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpr, cimb niaga

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top