Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eko Gindo, dari Bosowa dan Paripurna di Bank Bukopin

Eko Rachmansyah Gindo, orang nomor satu di PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama di tengah  rencana perusahaan menggelar aksi korporasi penambahan modal lewat rights issue. 
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  19:45 WIB
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Eko Rachmansyah Gindo (kanan) didampingi Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Informasi Adhi Brahmantya memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Eko Rachmansyah Gindo (kanan) didampingi Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Informasi Adhi Brahmantya memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Eko Rachmansyah Gindo, orang nomor satu di PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama di tengah  rencana perusahaan menggelar aksi korporasi penambahan modal lewat rights issue. 

Pengunduran diri tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin Meliawati dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu 20/5/2020). Menurut Meliawati, Eko telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada perseroan sejak tanggal 18 Mei 2020.

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan sesuai dengan peraturan,” katanya, Rabu (20/5/2020).

Adapun, Eko masih belum merespons pertanyaan dari Bisnis terkait pengunduran dirinya. Sebagai informasi, dia diangkat menjadi Direktur Utama emiten berkode saham BBKP tersebut lewat RUPSLB pada 10 Januari 2018.  Sebelumnya, dia menjabat sebagai direktur keuangan dan perencanaan di perseroan sejak 2015.

Dikutip dari akun Linked-in dan akun resmi Bank Bukopin, Eko memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik perminyakan. Dia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia bidang gas dan perminyakan pada tahun 1989-1990 serta di Institut Teknologi Bandung pada 1990-1995.

Namun, sebelum bergabung dengan Bank Bukopin, Eko pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris Bank Victoria Syariah. Kemudian sempat pindah ke perusahaan semen yang juga masih dari Grup Bosowa, dengan posisi sebagai Direktur Utama Semen Bosowa Indonesia.

Dari Semen Bosowa, Eko menjadi Komisaris Utama Bank Victoria International lalu menjabat sebagai Direktur Utama Bank Victoria International dan akhirnya berlabuh di Bank Bukopin.

Di bawah kepemimpinan Eko, Bank Bukopin terus berupaya memoles kinerja bisnisnya termasuk perbaikan aset-aset kredit yang bermasalah. Pada akhir 2017, sebelum Eko menjadi bos BBKP, kredit bermasalah perseroan masih cukup tinggi yakni di angka 8,54% (NPL gross). Secara perlahan angkanya mulai menunjukkan tren penurunan menjadi 5,33% pada Maret 2020.

Per akhir kuartal I/2020, BBKP mencetak laba konsolidasi sebesar Rp53,62 miliar, turun tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,83 miliar. Dari sisi aset, BBKP mencatatkan kenaikan tipis yakni dari Rp100,26 triliun menjadi Rp100,80 triliun. Adapun, modal inti perseroan (konsolidasi) juga turun tipis dari Rp7,14 triliun menjadi Rp7,06 triliun.  

Adapun, Grup Bosowa yang didirikan Aksa Mahmud, ipar Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali Bank Bukopin hingga saat ini.

PT Bosowa Corporindo menggenggam 23,395 persen BBKP, selanjutnya diikuti oleh Kookmin Bank Co., Ltd sebesar 21,996 persen, Negara Republik Indonesia 8,917 persen, dan masyarakat 45,692 persen.

Kookmin Bank, grup finansial  yang berpusat di Korea Selatan, merupakan stanby buyer pada penawaran umum terbatas (PUT) IV Bank Bukopin pada 2018. Kali ini, Kookmin Bank, juga dikabarkan akan menjadi mengambil alih kendali Bank Bukopin lewat PUT V yang akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank bukopin bosowa
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top