Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Bersih Maybank Group Capai 2,05 Miliar Ringgit, Tumbuh 13 Persen

Pencapaian tersebut membuat return on equity berada pada 10,6 persen dengan laba per saham 18,2 sen, naik 11,4 persen secara tahunan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  20:07 WIB
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Maybank Group mengumumkan laba bersih pada kuartal I/2020 naik 13,3 persen secara tahunan menjadi 2,05 miliar ringgit Malaysia. Percetakan laba ini didukung kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 14,7 persen.

Berdasarkan keterangan diterima Bisnis, pencapaian tersebut membuat return on equity berada pada 10,6 persen dengan laba per saham 18,2 sen, naik 11,4 persen secara tahunan.

Adapun, pendapatan operasional bersih pada kuartal pertama sebesar 6,72 miliar ringgit Malaysia dibandingkan dengan periode sama tahun lalu 5,86 miliar ringgit Malaysia.

Pendapatan berbasis fee bersih tumbuh 53,2 persen secara tahunan karena adanya keuntungan dari investasi dan trading, serta diuntungkan dari revaluasi derivatif dan liabilitas keuangan yang lebih tinggi.

Hanya saja, pendapatan berbasis dana bersih naik tipis 0,9 persen mengingat laju ekspansi pinjaman yang lebih lambat dan dampak dari dua pemotongan suku bunga overnight policy (OPR) dalam awal tahun ini.

Manajemen Maybank Group mengatakan dampak pandemi COVID-19 belum sepenuhnya terlihat dalam kuartal pertama. Namun demikian, Group tetap memantau kualitas aset secara ketat dan bekerja secara proaktif dengan nasabah, termasuk menyediakan bantuan, untuk membantu bisnis mereka tetap secara berkelanjutan dalam periode ini.

Group telah memutuskan pula untuk mengambil langkah-langkah pencegahan jika diperlukan, mengingat disrupsi yang diperkirakan terjadi pada penawaran dan permintaan.

Untuk memitigasi risiko, ditambahkan ketentuan yang telah dibuat untuk kemungkinan penurunan nilai pada portofolio kredit yang berpotensi rentan di masa mendatang.

Akibatnya, net impairment losses untuk kuartal pertama tahun ini naik 60,7 persen karena Group mengambil langkah untuk memastikannya tetap terlindungi dengan baik pada saat terjadi volatilitas yang dinamis di lingkungan operasional dalam beberapa bulan mendatang.

"Menyadari bahwa pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mempengaruhi setiap segmen komunitas kami, prioritas kami sejak awal adalah memastikan keselamatan dan kesehatan semua stakeholders, dan pelestarian mata pencaharian mereka," kata manajemen.

Adapun, Maybank Chairman Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan perusahaan berbesar hati dengan pencapaian yang stabil di kuartal pertama meskipun terjadi volatilitas pasar yang signifikan dan disrupsi sebagai dampak pandemi COVID-19.

"Ini mencerminkan ketahanan Maybank dari sikap kehati-hatian yang telah kami ambil selama bertahun-tahun untuk membangun fondasi yang kuat terutama dalam hal modal dan likuiditas," katanya.

Pada saat yang sama, Group mengapresiasi respons cepat dalam mengaktifkan Business Continuity Plan sejak Januari sehingga memungkinkan bisnis dapat terus berjalan untuk melayani nasabah dan menciptakan nilai bagi semua stakeholders.

"Group akan tetap proaktif di semua lini usaha saat kami berupaya mengatasi dampak pandemi ini."

Group President & CEO, Datuk Abdul Farid Alias meyakini pencapaian kuartal I 2020 tidak mencerminkan kinerja hingga penghujung tahun ini.

Pasalnya, kontribusi terbesar dalam perfirma awal tahun berasal dari penjualan beberapa aset likuid dan instrumen pendapatan tetap, yang berada di atas level optimal.

Ini menghasilkan kenaikan 53,2 persen dalam pendapatan berbasis fee bersih kami, yang kemudian mengangkat pendapatan operasional bersih sebesar 14,7 persen.

"Sementara kami masih memiliki aset likuid yang besar, kami perlu menjaga keseimbangan ketika menjualnya untuk memastikan bahwa aset tersebut tidak akan berkontraksi dengan pendapatan bunga bersih kami, terutama dalam kondisi penurunan suku bunga yang terjadi di dunia saat ini," ujarnya

Dia memperkirakan lingkungan operasional untuk akhir 2020 akan tetap menghadapi ketidakpastian, dan sensitif terhadap pergerakan pandemi serta prospek pengobatan dan ketersediaan vaksin, yang akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan kebijakan ekonomi.

"Kami akan terus membantu nasabah kami menghadapi tekanan terganggunya pasokan dan permintaan sebagai akibat dari lingkungan pasar yang kurang optimal yang disebabkan oleh pergerakan terbatas secara global. Ini akan sangat menantang," imbuhnya.

Dia menekankan Maybank akan terus disiplin dalam praktik manajemen risiko untuk memastikan kami mengelola tingkat kualitas aset secara efektif.

"Kami akan menargetkan pertumbuhan secara selektif untuk mempertahankan profil pengembalian risiko yang sehat pada portofolio kami, serta tetap waspada dalam melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan dan nasabah kami."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan maybank kinerja perbankan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top