Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingat, Pencairan Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Ada Pajaknya. Ini Rinciannya

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan potongan pajak penghasilan (PPh) saat melakukan pencairan saldo JHT.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  17:22 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Pencairan dana Jaminan Hari Tua atau JHT dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan dikenakan pajak penghasilan. Besaran pajak ditentukan berdasarkan nominal saldo akhir.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan potongan pajak penghasilan (PPh) saat melakukan pencairan saldo JHT.

Menurutnya, pengenaan pajak tersebut terbagi ke dalam dua jenis, yakni pajak final dan pajak progresif. Pajak final sebesar 5 persen dikenakan kepada peserta yang memiliki saldo akhir di atas Rp50 juta saat melakukan pencairan pada masa pensiun.

"Artinya, saldo JHT di bawah Rp50 juta tidak kena PPh," ujar Utoh kepada Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Peserta akan dikenakan pajak final jika saldo JHT dicairkan hanya saat mereka memasuki masa pensiun. Adapun, pajak progresif akan dikenakan jika terdapat pencairan sebagian tabungan hari tua sebelum peserta memasuki masa pensiun.

Menurut Utoh, peserta yang melakukan pengambilan sebagian (partial withdrawal) saldo JHT saat masih aktif bekerja akan memperoleh pajak progresif dengan kisaran 5 persen hingga 30 persen. Penentuan besaran pajak itu mengacu kepada jumlah saldo akhir peserta.

BPJAMSOSTEK menghimbau masyarakat untuk menyimpan saldo JHT-nya untuk masa tua kelak, yakni saat memasuki usia tidak produktif. Meskipun begitu, apabila peserta memerlukan dana JHT untuk keperluan yang mendesak, pencairan dapat dilakukan setiap waktu.

Proses pencairan saldo JHT dapat dilakukan secara online melalui aplikasi BPJSTKU. Selain itu, jika peserta merasa membutuhkan layanan secara langsung, peserta dapat mendatangi kantor cabang BPJAMSOSTEK terdekat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top