Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kredit Seret, Perbankan Borong SBN Rp248,68 Triliun

Pembelian SBN yang agresif oleh perbankan tersebut didorong oleh faktor melemahnya pertumbuhan kredit dan kebijakan penurunan giro wajib minimum (GWM) Bank Indonesia.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  13:33 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat pembelian surat berharga negara (SBN) oleh industri perbankan pada periode April hingga Juli 2020 mencapai Rp248,68 triliun.

Pembelian SBN yang agresif oleh perbankan tersebut didorong oleh faktor melemahnya pertumbuhan kredit dan kebijakan penurunan giro wajib minimum (GWM) Bank Indonesia.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan dukungan perbankan tersebut berdampak pada penurunan yield SBN di tengah banyaknya investor asing yang melepas dana di pasar SBN.

Adapun yield SBN bertenor 10 tahun pada awal 2020 tercatat berada pada kisaran 7,03 persen. Pada Maret dan April, yield SBN yang sempat melonjak hingga melebihi 8 persen, mulai membaik dan mencapai 6,79 persen saat ini.

Selain itu, tingginya minat perbankan dinilai menjadi penopang pemenuhan target penerbitan dalam setiap lelang SBN.

"Support domestik investor, dalam ini khususnya bank, cukup baik untuk mensupport yield atau SBN kita," katanya, Jumat (24/7/2020).

Sebagai gambaran, Kemenkeu mencatat pada periode Juli 2020, investor asing melepas dananya di pasar SBN sebesar Rp122,4 triliun. Porsi kepemilikan asing pun mengalami penurunan dari awal tahun 2020, yang tercatat sebesar 38,63 persen menjadi sebesar 29,63 persen per 23 Juli 2020.

Pemerintah pada semester II/2020 ini, masih akan merealisasikan sisa penerbitan SBN dengan total sebesar Rp900,4 triliun, yang mencakup penerbitan SBN ke BI dengan skema private placement, lelang SBN, serta penerbitan SBN ritel dan Samurai Bonds.

Lelang SBN pada semester II/2020 direncakan akan dilakukan sebesar Rp35 triliun - Rp40 triliun per 2 minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit sbn surat berharga
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top