Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Mengkilap, Nasabah Pegadaian Bisa Tambah Plafon Pinjaman

Seperti diketahui, harga emas Antam terus melonjak di tengah masa pandemi Covid-19, bahkan sempat mencapai lebih dari Rp1 juta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  22:42 WIB
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga emas di era pandemi Covid-19 ikut memberikan keuntungan bagi PT Pegadaian (Persero), termasuk bagi nasabah yang berniat melakukan aktivitas gadai dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, harga emas Antam terus melonjak di tengah masa pandemi Covid-19, bahkan sempat mencapai lebih dari Rp1 juta.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menjelaskan bahwa secara tidak langsung fenomena ini juga mempengaruhi kinerja Pegadaian.


Pasalnya, aktivitas gadai sebagai lini bisnis utama Pegadaian memiliki underlying emas. Pegadaian juga membuka produk tabungan emas dan memiliki anak usaha di bidang trading emas, yakni Galeri24.

Harianto menjelaskan bahwa kenaikan harga emas di market akan menentukan taksiran Pegadaian terhadap emas yang digadaikan nasabah. Dengan naiknya emas, plafon pinjaman pun menjadi lebih besar.

"Apakah nasabah yang menggadai memanfaatkan kenaikan harga emas ini? Belum semua. Jadi, ini sekaligus pengumuman, nasabah kalau menggadainya 4-5 bulan lalu, punya plafon yang bisa di-topup pinjamannya sekitar 10-15 persen. Ini adalah peluang untuk nasabah menaikkan pinjaman," jelasnya, Rabu (29/7/2020).

Harianto mengungkap bahwa sebenarnya tak ada pengaruh yang signifikan antara naiknya harga emas dengan permintaan gadai emas. Hanya saja, kebetulan lebaran 1441 H tepat berada di tengah pandemi Covid-19 dan melonjaknya harga emas, menimbulkan tren di kalangan nasabah untuk menggadaikan kembali emasnya.


"Sehingga dalam kenaikan pertumbuhan nasabah di bulan terakhir sekitar 1 persen, nominal outsanding naiknya hampir 3 persen. Jadi outstanding ini gabungan orang yang gadai didorong tren lebaran, yang kebetulan sejalan dengan kenaikan harga emas," jelasnya.

Sementara terkait kegiatan jual-beli dan tabungan emas juga mengalami peningkatan, Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono menjelaskan hal ini tampak dari jumlah nasabah tabungan emas di Pegadaian yang turut naik.

"Nasabah hingga tengah tahun ini sudah 5,8 juta, tahun lalu itu 4,6 juta artinya naik 1,2 juta nasabah. Jika dibandingkan akhir tahun lalu. Dalam hal saldo juga demikian, saat ini saldonya hampir 5 ton atau 4,98 ton," ungkap Teguh.

Teguh menambahkan bahwa rata-ratanya menjadi lumayan besar karena didorong nasabah tabungan emas yang kebanyakan investor pemula karena transaksinya terbilang kecil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas pegadaian harga emas pegadaian
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top