Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbarindo Akui Masih Ada Kesenjangan Tata Kelola di BPR

Berdasarkan data LPS, jumlah BPR saat ini mencapai mencapai 1.810 peserta, dan sudah menurun 102 peserta sejak 2005.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  18:38 WIB
Perbarindo - ilustrasi
Perbarindo - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mengakui adanya kesenjangan implementasi tata kelola bank yang baik.

Hanya saja, perbaikan serta pengembangan operasional bank yang baik terus disosialisasikan.

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kebangkrutan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) disinyalir merupakan dampak dari fraud yang tidak terdeteksi di bank wong cilik.

Berdasarkan data LPS, jumlah BPR saat ini mencapai mencapai 1.810 peserta dan sudah menurun 102 peserta sejak 2005.

Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengatakan kesenjangan implementasi tata kelola yang baik di BPR masih terus terjadi.

Asosiasi bersama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) pun terus melakukan pengawasan agar resolusi BPR tidak terus berujung pada likuidasi.

"Di dalam prosesnya memang ada dan sering terjadi [penerapan tata kelola yang belum baik]. Kami pun paham ini harus dilakukan pengawasan yang lebih ketat. Kami terus perbaiki," katanya Webinar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa (4/8/2020).

Joko mengatakan asosiasi juga terus mendorong BPR untuk cepat melakukan implementasi digital dari operasional bisnisnya.

Meski hal ini tetap dapat membuka fraud dalam jenis lain, tetapi proses operasional dapat lebih tepercaya karena dilakukan perbaruan data secara aktual dan menutup lebih banyak potensi penerapan tata kelola tidak baik.

Di luar itu, Joko mengatakan BPR secara umum pun fokus dalam pengembangan digital untuk meningkatkan kinerja bisnis dan daya saing.

Hanya saja, hal ini perlu waktu implementasi yang lebih lama dibandingkan dengan bank umum karena sangat terkait dengan risiko fraud digital, penyediaan produk yang lebih murah, perubahan rantai pasok pembiayaan, biaya operasional yang lebih tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpr perbarindo gcg
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top