Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Pandemi, Penghimpunan Dana Nonkonvensional Bank Lebih Sepi

Dihimpun dari publikasi KSEI, setidaknya ada 10 bank yang telah mencari dana nonkonvensional, baik melalui penerbitan NCD, obligasi, sukuk, EBA, dan IPO, sejak Januari 2020 sampai saat ini.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  14:27 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi penghimpunan dana nonkonvensional oleh bank pada tahun ini lebih sepi dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal ini tercermin dari nilai penghimpunan dana nonkonvensional sepanjang tahun berjalan lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Dihimpun dari publikasi KSEI, setidaknya ada 10 bank yang telah mencari dana nonkonvensional, baik melalui penerbitan sertifikat deposito (negotiable certificate of deposit), obligasi, sukuk, EBA, dan IPO, sejak Januari 2020 sampai saat ini. Total dana yang dihimpun senilai Rp11,92 triliun.

Penghimpunan dana nonkonvensional oleh bank sepanjang tahun berjalan, masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Selama Januari-Agustus 2019, nilai penghimpunan dana nonkonvensional mencapai Rp22,69 triliun.

Penghimpunan dana lewat sertifikat deposito menjadi yang paling banyak dilakukan bank menengah maupun bank besar. Tercatat ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Maybank Indonesia Tbk., MUFG Bank Ltd., dan PT Bank Commonwealth.

Dari nama itu, MUFG Bank dan Maybank Indonesia paling rajin melakukan emisi sertifikat deposito. Terbaru, Maybank Indonesia menerbitkan NCD senilai Rp880 miliar dalam tiga seri, dengan masa jatuh tempo pada 15 Februari 2021-13 Agustus 2021.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menyampaikan pada pekan lalu bahwa penerbitan NCD ini hanya melanjutkan NCD yang akan jatuh tempo nanti, di mana tenor dan tingkat bunganya masih baik.

Merujuk pada publikasi KSEI, BNII masih memiliki NCD beredar senilai Rp770 miliar yang jatuh temponya pada 8 Oktober 2020 - 8 April 2021.

Lebih lanjut, perseroan saat ini belum memiliki rencana untuk kembali melakukan penghimpunan dana dari pasar modal. "Likuiditas kami masih cukup tinggi," katanya, Minggu (9/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pendanaan sumber pendanaan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top