Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jiwasraya Catatkan Pembayaran Klaim Rp14,8 Triliun, Bagaimana dengan Saving Plan?

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, klaim dan manfaat dibayar tercatat sebesar Rp14,8 triliun. Jumlahnya merosot 35,9 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan total klaim 2018 senilai Rp23,2 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  17:15 WIB
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat senilai Rp14,8 triliun dalam laporan keuangan 2019 audited, sementara terdapat tunggakan klaim polis saving plan Rp16,7 triliun pada akhir tahun lalu yang belum terbayarkan.

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, klaim dan manfaat dibayar tercatat sebesar Rp14,8 triliun. Jumlahnya merosot 35,9 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan total klaim 2018 senilai Rp23,2 triliun.

Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan bahwa angka Rp14,8 triliun itu merupakan total beban klaim yang ditanggung Jiwasraya pada tahun buku 2019. Meskipun begitu, nilai klaim yang dibayarkan secara tunai jumlahnya lebih kecil.

"Berdasarkan cashflow pembayaran klaim 2019 itu Rp6,24 triliun. Yang Rp14,8 triliun itu beban biayanya, bukan cashflow," ujar Farid kepada Bisnis, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, nilai yang dibayarkan pada tahun lalu merupakan klaim-klaim yang telah jatuh tempo, seperti klaim ekspirasi dan penebusan. Dia menjabarkan bahwa nilai klaim itu baru diperoleh setelah proses audit rampung pada Mei 2020.

"Audit selesai Mei 2020, makanya belum terpublikasikan bahwa pada 2019 ada pembayaran klaim," ujarnya.

Meskipun dirundung gagal bayar polis saving plan, Jiwasraya masih menjalankan operasionalnya dengan skala yang sangat kecil. Hal tersebut terlihat dari masih adanya pembayaran klaim dan perolehan premi pada 2019 senilai Rp3,08 triliun, meskipun premi itu anjlok hingga 79,16 persen (yoy) dari perolehan 2018 senilai Rp10,5 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menjelaskan bahwa laporan keuangan perseroan tahun buku 2019 memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Laporan keuangan 2018 pun memperoleh opini yang sama setelah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Puradiredja, Suhartono.

Menurutnya, laporan keuangan tersebut menggambarkan tingginya liabilitas Jiwasraya karena produk-produk masa lalu tidak mencerminkan produk asuransi yang wajar dengan garansi bunga tetap tinggi. Laporan keuangan itu pun akan menjadi acuan dalam penentuan roadmap penyehatan Jiwasraya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi Jiwasraya asuransi jiwasraya
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top