Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital Tercatat OJK Capai 89 Fintech

Jumlah penyelenggara tercatat terbanyak masih berada di klaster aggregator dengan 36 perusahaan penyelenggara.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 September 2020  |  16:31 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus bertumbuh hingga kini mencapai 89 perusahaan.

Hingga Agustus 2020, OJK telah memberikan status tercatat kepada 89 pemohon penyelenggaraan IKD. OJK bahkan tengah memberikan izin prototype regulatory sandbox kepada 45 calon penyelenggara lainnya.

Sekadar informasi, POJK Nomor 13/POJK.02/2018 mengatur adanya tiga lapis perizinan bagi para penyelenggara IKD, yakni tercatat, terdaftar, dan berizin. Penelitian dan pendalaman terhadap para perusahaan inilah yang dinamai mekanisme regulatory sandbox.

Direktur Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani menjelaskan bahwa jumlah penyelenggara tercatat terbanyak masih berada di klaster aggregator dengan 36 penyelenggara.

"Aggregator itu situs web atau aplikasi yang membantu masyarakat terkait informasi produk dan layanan jasa keuangan. Membantu menyaring dan memperbandingkan secara digital. Seperti KPR, kartu kredit, asuransi, tabungan, atau produk pembiayaan lain," jelasnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (16/9/2020).

Klaster paling ramai urutan kedua, yakni credit scoring atau platform assesement kelayakan nasabah secara digital terkait kelayakannya memperoleh layanan jasa keuangan. Fintech yang bermain di klaster ini tercatat mencapai 13 perusahaan.

Klaster financing agent dan financial planner masing-masing diramaikan oleh 7 perusahaan fintech. Disusul klaster project financing dengan 5 penyelenggara, serta e-KYC dan verification non-CCD masing-masing 4 penyelenggara.

Selain itu, ada klaster tax & accounting (3), InsurTech (2), property investment management (2), serta masing-masing 1 penyelenggara RegTech, Insurance Broker Marketplace, Online Distress Solution, FundingAgent, Claim Service Handling, dan Blockchain-based.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK Layanan Keuangan Digital fintech
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top