Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Mobil Berpotensi Turun Karena Relaksasi Pajak, CNAF Tetap Hati-Hati

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengungkap bahwa kebijakan relaksasi pajak mobil baru ini justru perlu disambut dengan persiapan yang matang.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 September 2020  |  18:22 WIB
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2/2018). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2/2018). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana kebijakan relaksasi pajak mobil baru tak lantas membuat perusahaan pembiayaan PT CIMB Niaga Finance (CNAF) bersantai. Presiden Direktur PT CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengungkap bahwa kebijakan ini justru perlu disambut dengan persiapan yang matang.

"Untuk CNAF, kita merasa banyak sisi positif daripada sisi negatifnya. Sisi positifnya adalah meningkatkan permintaan pembiayaan terhadap CNAF dikarenakan harga mobil akan turun," jelasnya kepada Bisnis, Senin (21/9/2020).

Sementara untuk mempersiapkan sisi negatifnya, CNAF akan tetap berhati-hati. Terutama dalam mengimplementasikan CDD (customer due diligent) terhadap calon nasabah, serta mengantisipasi gagal barangcicilan yang menimbulkan pengembalian unit kendaraan.

"Sisi negatifnya walaupun kecil, lebih terhadap penjualan mobil bekas yang akan turun, dan itu berdampak juga terhadap penjualan mobil lelang yang berasal dari nasabah yang mengembalikan unit ke CNAF karena tidak dapat melanjutkan cicilannya kembali," tambahnya.

Oleh sebab itu, dalam meminimalisasi risiko di masa pandemi Covid-19 yang belum selesai sepenuhnya ini, setidaknya ada dua hal yang akan diperhatikan oleh CNAF.

"Dalam melakukan CDD terhadap calon nasabah, kita lebih memastikan source of income calon nasabah yang tidak terdampak oleh Pandemi Covid-19, juga ditambah kemampuan membayar down payment [uang muka] lebih tinggi sebagai dasar kemampuan membayar nasabah di kemudian hari," tutupnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Kementerian Perindustrian telah mengusulkan dan membahas relaksasi pajak pembelian mobil baru kepada Kementerian Keuangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar, mendongkrak daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance Pajak pembiayaan kredit mobil pajak mobil
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top