Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja PNM: Penyaluran Mekaar Tumbuh, Pembiayaan Bermasalah Turun

EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki menjelaskan bahwa kinerja perseroan turut terdampak oleh adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari perlambatan kinerja mulai Maret 2020, saat penyebaran mulai merebak di Indonesia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  14:23 WIB
Kantor PNM - pnm.co.id
Kantor PNM - pnm.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatatkan pertumbuhan kinerja penyaluran program membina ekonomi keluarga sejahtera atau Mekaar seiring tingginya minat masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki menjelaskan bahwa kinerja perseroan turut terdampak oleh adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari perlambatan kinerja mulai Maret 2020, saat penyebaran mulai merebak di Indonesia.

Sepanjang Maret 2020, penyaluran Mekaar tercatat senilai Rp1,38 triliun, jumlahnya kemudian merosot pada April 2020 dengan penyaluran menjadi Rp516 miliar, dan Mei 2020 menjadi Rp225 miliar. Penyaluran mulai pulih pada Juni 2020 menjadi senilai Rp935 miliar seiring aktivitas perekonomian yang kembali berjalan.

Sunar menjelaskan bahwa tren perbaikan itu terus terjadi, yakni pada Juli penyaluran Mekaar tercatat senilai Rp2,07 triliun atau sudah melebihi catatan Maret 2020 saat awal pandemi. Namun, pertumbuhan paling pesat terjadi pada penghujung kuartal III/2020, yakni September 2020.

"Total penyaluran [Mekaar] per September 2020 sudah Rp15,3 triliun, ini penyaluran terbesar secara bulanan yang terjadi di PNM. Dan estimasi pada akhir 2020 penyaluran Mekaar akan lebih dari Rp25 triliun," ujar Sunar dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal III/2020 PNM, Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan bahwa total penyaluran Mekaar pada September 2020 itu tumbuh 17,81 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp12,98 triliun. Pertumbuhan bulanan maupun tahunan itu justru terjadi di tengah tekanan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

"Faktor pendorong pertumbuhan itu salah satunya dipengaruhi oleh kompetitor yang saat pandemi ini kebijakannya [penyaluran pembiayaan] lebih hati-hati. Sementara PNM punya fungsi agent of development, pemerintah meminta kepada PNM untuk menggulirkan pembiayaan dalam kondisi saat ini," ujarnya.

Selain itu, banyaknya nasabah baru yang mengalami penurunan tingkat perekonomian pun membuat penyaluran Mekaar meningkat. Sunar menilai hal tersebut membuat peran perseroan menjadi lebih optimal dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Meskipun penyaluran Mekaar meningkat, penyaluran produk unit layanan mikro madani (ULaMM) justru melambat. PNM mencatat penyaluran program itu pada September 2020 mencapai Rp1,45 triliun, turun 48,18 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,8 triliun.

Pada penghujung kuartal III/2020, PNM mencatatkan outstanding pembiayaan dari kedua program senilai Rp19,33 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 21,6 persen (yoy) dari posisi September 2019 senilai Rp15,89 triliun.

Sementara itu, pada September 2020, tingkat non performing loan (NPL) gross dari PNM tercatat sebesar 1,22 persen, terdiri dari NPL Mekaar 0,11 persen dan ULaMM 3,35 persen. Catatan NPL konsolidasi itu menurun dibandingkan dengan September 2019 sebesar 1,57 persen, terdiri dari NPL Mekaar 0,15 persen dan ULaMM 3,54 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kredit pnm kredit mikro
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top