Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Sepi, Bank Victoria Proyeksi Kredit Flat Sampai Akhir Tahun

Penyaluran kredit perbankan terhambat karena kecilnya permintaan kredit dari industri.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  15:04 WIB
Bank Victoria - victoriabank.co.id
Bank Victoria - victoriabank.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Victoria International Tbk. tidak memasang target pertumbuhan kredit pada level tertentu di tengah pandemi Covid-19 yang menekan semua sektor bisnis.

Wakil Direktur Utama Bank Victoria Rusli menyampaikan penyaluran kredit perbankan terhambat karena kecilnya permintaan kredit dari industri. Menurutnya, likuiditas bukan lagi menjadi persoalan karena pemerintah telah memberikan stimulus cukup signifikan.

Dari situ, dia memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan sampai dengan akhir tahun tidak akan signifikan. Menurutnya, bank mampu mempertahankan posisi kredit di tengah kondisi pandemi sudah tergolong bagus.

"Bank Victoria tidak bisa memberikan tren yang berbeda dari industri. Pertumbuhan kredit perbankan akan flat sampai akhir tahun karena permintaan tidak ada. Bahkan, ada bank yang negative growth," katanya dalam pubex, Jumat (16/10/2020).

Bank Victoria mencatat pinjaman yang telah diberikan sebesar Rp14,6 triliun sampai dengan kuartal II/2020 (unaudited), dengan pertumbuhan CAGR 2,3 persen.

Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang sangat menantang bagi Bank Victoria dan dunia. Penyebaran pandemi Covid 19 yang terus meningkat memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kondisi perekonomian di Indonesia secara keseluruhan, termasuk  perseroan.

Namun demikian, sampai dengan kuartal II/2020, Bank Victoria tetap mencatatkan performa yang positif. Salah satunya dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp8 miliar. Rasio permodalan mengalami peningkatan menjadi sebesar 18,22 persen dari sebelumnya sebesar 17,29% pada posisi Desember 2019.

Rasio NPL netto Bank juga mengalami penurunan menjadi sebesar 2,73 persen dari sebelumnya sebesar 4,96 persen pada posisi Desember 2019. Hingga saat ini keadaan likuiditas Bank Victoria tetap pada kondisi yang baik. Hal ini dapat dilihat dari rasio likuiditas Bank melalui rasio LFR bank yang saat ini berada pada kisaran yang sehat yakni 82 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bank victoria emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top