Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor dan Shadow Banking, Risiko Pesatnya Pertumbuhan Transaksi Digital

Risiko-risiko ini harus diwaspadai oleh Indonesia yang kini mencatat pertumbuhan transaksi digital yang luar biasa.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  16:23 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak 2019, transaksi digital di dalam negeri menunjukan tren peningkatan. Puncaknya, lonjakan semakin terlihat di era pandemi Covid-19.

Principal Economist, Payment System Policy Department Bank Indonesia (BI), Agung Purwoko mengatakan bahwa jual-beli melalui dagang elektronik mencapai 140 juta transaksi pada Agustus lalu. Padahal, pada bulan yang sama 2019 angkanya sekitar 80 juta transaksi.

Begitu pula pembayaran melalui bank digital. Bulan lalu ada 14 juta transaksi atau naik 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski begitu, BI harus melakukan keseimbangan dalam menjaga penyelewengan digital dan mitigasi risiko.

“Transaksi digital memang membuat industri bergerak yaitu produktivitas naik. Terjadi pula inklusivitas dan efisiensi. Namun ada juga yang perlu diperhatikan,” katanya melalui diskusi virtual,” Rabu (21/10/2020).

Beberapa di antaranya adalah persaingan usaha. Agung berharap kondisi ini tidak sampai menimbulkan pengelompokan usaha tertentu.

Lalu, bank sentral harus mengawasi terjadinya shadow banking atau perbankan bayangan yang kehadirannya berada di luar pengawasan otoritas. Selanjutnya identitas data konsumen tidak boleh bocor dan harus terjaga.

“Termasuk impor. Indonesia yang impornya tinggi jangan sampai kita malah mempermudah impor daripada produksi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor transaksi elektronik shadow banking
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top