Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akhir 2020, LPS Perkirakan Kinerja Kredit Masih Rendah. Ini Penjelasannya

Hingga akhir tahun 2020 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan dalam best scenario akan mencapai masing-masing sebesar 1,23% year on year (yoy) dan 10,32% yoy.
Petugas membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Petugas membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan laju pertumbuhan kredit masih akan rendah pada kuartal terakhir 2020 sejalan upaya bank untuk menjaga kualitas aset dan permintaan industri/konsumen yang masih rendah.

Hingga akhir tahun 2020 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan dalam best scenario akan mencapai masing-masing sebesar 1,23% year on year (yoy) dan 10,32% yoy.

"Rasio LDR hingga akhir tahun diperkirakan akan terus rendah hingga diperkirakan berada di kisaran 85%," sebut LPS dalam Publikasi Indikator Linkuiditas, Selasa (3/11/2020).

Adapun, kredit perbankan pada periode Agustus 2020 tumbuh sebesar 1,04,% yoy, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi di level 11,64% secara yoy.

Perbankan masih berhati-hati dalam menyalurkan kredit di tengah meningkatnya risiko kredit pada masa pandemi Covid-19.

"Sementara itu pertumbuhan DPK yang cenderung lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit mendorong LDR (loan to deposit ratio) perbankan turun ke level 85,11%," katanya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan kualitas kredit masih menjadi perhatian bagi banyak pelaku industri perbankan.

Pihaknya saat ini masih menghitung NPL pada Oktober 2020. Dengan penurunan NPL yang terjadi pada September 2020 memproyeksikan rasio kredit bermasalah pada Oktober juga masih berpotensi berada pada angka di kisaran 3%.

"Kalau kita lihat risiko kredit perbankan kita tiga bulan terakhir masih managable, Oktober tidak jauh dari 3%," sebutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper