Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persiapkan Dana Pensiun, DBS Indonesia Rilis Inovasi 'Face Your Future'

Face Your Future menggunakan teknologi pengenalan wajah dan Artificial Intelligence (AI) yang dapat memperkirakan usia nasabah, dan kemudian akan membuat gambaran masa depan nasabah pada usia pensiun, sehingga nasabah memiliki informasi kebutuhan yang perlu disiapkan untuk menikmati masa pensiun yang diinginkan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 19 November 2020  |  18:16 WIB
Nasabah tengah antre ATM DBS Bank - Bloomberg.com
Nasabah tengah antre ATM DBS Bank - Bloomberg.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bank DBS Indonesia meluncurkan Face Your Future, sebuah inovasi untuk pengalaman nasabah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan pensiun.

Face Your Future menggunakan teknologi pengenalan wajah dan Artificial Intelligence (AI) yang dapat memperkirakan usia nasabah, dan kemudian akan membuat gambaran masa depan nasabah pada usia pensiun, sehingga nasabah memiliki informasi kebutuhan yang perlu disiapkan untuk menikmati masa pensiun yang diinginkan.

Berdasarkan laporan Spotlight On Retirement Indonesia oleh Society of Actuaries dan LIMRA Secure Retirement Institute (2018), diperkirakan bahwa penduduk Indonesia secara keseluruhan akan tumbuh sebesar 25% antara tahun 2015 dan 2050. Sementara itu, dalam periode yang sama, penduduk usia 60 tahun ke atas (lansia) akan tumbuh sebesar 195% secara signifikan melampaui pertumbuhan total penduduk.

Proporsi penduduk lansia diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu 35 tahun, dari 21 juta pada 2015 menjadi 62 juta pada 2050.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung, menilai dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani kebutuhan penduduk lansia di masa depan.

Melalui Face Your Future, nasabah dapat mengatasi tantangan tersebut dan mempersiapkan diri dengan lebih baik sedini mungkin melalui kecanggihan teknologi, yang mampu memberikan gambaran informasi atas rentang waktu masa pensiun yang diinginkan sehingga masa depan dapat lebih terencana.

"Melalui Face Your Future, kami berharap dapat memberikan informasi dan gambaran yang lebih baik kepada nasabah, terutama generasi muda, tentang realitas masa pensiun, sehingga mereka dapat merancang masa depan secara strategis dan percaya diri,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (19/11/2020).

Jika perencanaan pensiun tidak dilakukan dengan hati-hati, lanjutnya, masyarakat mungkin harus memperpanjang masa kerjanya. Bank DBS Indonesia berupaya agar masyarakat lebih memahami kebutuhan pensiun dan merencanakan tahun-tahun emas mereka dengan Face Your Future.

Pendekatan personalisasi Face Your Future mencakup algoritma nasabah untuk mengestimasikan biaya yang perlu dipersiapkan nasabah untuk menikmati hari tua nanti, berdasarkan pilihan gaya hidup yang nasabah inginkan ketika pensiun. Dengan preferensi yang ditentukan nasabah, seperti kapan waktu untuk pensiun yang diinginkan, serta memvisualisasikan kehidupan yang didambakan pada tahun-tahun emas mereka nanti.

Face Your Future akan mengkalkulasikan kebutuhan yang nasabah perlu siapkan setiap bulannya dan bagaimana cara untuk dapat mencapainya. Untuk mempersiapkan masa pensiun, nasabah dapat mengakses Face Your Future melalui laman ini.

Dari survei yang dilakukan dalam laporan tersebut kepada 765 responden, dengan rentang usia yang terbagi menjadi tiga yakni, pekerja muda (30-45 tahun), pra-pensiun (46-60 tahun), dan pensiunan (di atas 60), menunjukkan bahwa 64% responden menganggap bahwa mendanai pensiun sebagai tanggung jawab mereka sendiri. Angka ini tinggi terutama di wilayah Pulau Jawa di mana hampir 7 dari 10 responden sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab tersebut.

Sebanyak 47% responden menyesali penundaan menabung untuk masa pensiun atau belum mulai menabung sama sekali, hal tersebut mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mempunyai tabungan yang cukup untuk masa pensiun.

Di sisi lain, Pension Sustainability Index 2016 juga menunjukkan bahwa sistem pensiun Indonesia menempati peringkat ke-50 dari 54 pasar. Secara historis, Indonesia belum memiliki sistem pensiun yang komprehensif yang mencakup seluruh penduduk.

Industri keuangan dituntut untuk dapat memahami perspektif konsumen tentang lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menabung untuk masa pensiun. Waktu yang dihabiskan untuk perencanaan pensiun sedikit berbeda antar segmen di Indonesia.

Masih dari hasil survei yang sama, sebagian besar responden umumnya mulai menabung untuk masa pensiun sekitar usia 38 tahun dan menghabiskan sekitar 23 tahun untuk mempersiapkan pensiun.

Para pra-pensiunan Indonesia mulai mempersiapkan masa pensiun lebih lambat yaitu pada usia 40 tahun dan menabung sekitar 20 tahun. Namun, segmen pensiunanlah yang menghabiskan waktu secara maksimal untuk mempersiapkan masa pensiun.

"Mereka menghabiskan 26 tahun menabung untuk masa pensiun dan akhirnya pensiun sekitar usia 65 tahun. Oleh karena itu, Face Your Future diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank dbs dana pensiun dbs
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top