Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Syariah Agresif Salurkan Pembiayaan dari Dana PEN

Corporate Secretary PT Bank Syariah Mandiri Ivan Ally menyebut hingga pertengahan November 2020, Mandiri Syariah telah menyalurkan stimulus percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun dari dana Rp2 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 November 2020  |  13:40 WIB
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok perbankan syariah cukup agresif dalam menyalurkan pembiayaan dari penempatan uang negara dan sudah mencapai target leverage dalam kurun waktu 5 pekan.

Corporate Secretary PT Bank Syariah Mandiri Ivan Ally menyebut hingga pertengahan November 2020, Mandiri Syariah telah menyalurkan stimulus percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun. Pencapaian tersebut melampaui alokasi penempatan dana sebesar Rp2 triliun dengan target penyaluran hingga Maret 2021.

Perseroan menyalurkan kredit dari dana PEN kepada lebih dari 28.000 nasabah terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia. "Sesuai dengan ketentuan dan tata cara implementasi Permenkeu 104/PMK.05/2020, Mandiri Syariah meringankan beban nasabah ritel yang terdampak covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung melalui program cash back margin maksimal 1%," terangnya, Jumat (27/11/2020).

Demikian pula, PT Bank BNI Syariah telah mencapai target leverage dana PEN sebesar 2 kali dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan sejak penempatan dana. Corporate Secretary PT Bank BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan saat ini realisasi penyaluran kredit dari penempatan dana PEN telah mencapai Rp2,3 triliun.

Jumlah tersebut telah melampaui target penyaluran sebesar Rp2 triliun. Penyaluran kredit didominasi segmen komersial dan konsumer.

Adapun, PT Bank BRIsyariah Tbk. terus menyalurkan pembiayaan kepada nasabah terdampak Covid-19. Corporate Secretary PT Bank BRIsyariah Tbk. Mulyatno Rachmanto mengatakan BRI Syariah akan terus mendukung program PEN yang digagas oleh pemerintah.

"Hingga akhir bulan November 2020, BRIsyariah telah menyalurkan dana PEN sebesar Rp1,152 triliun kepada 11.218 nasabah," sebutnya.

Dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Rabu (25/11/2020), Kementerian Keuangan menilai penyaluran kredit dan pembiayaan dari dana pemerintah dalam rangka PEN oleh perbankan syariah sangat agresif. Hal itu terlihat dari penyaluran pembiayaan telah mencapai target leverage dua kali dalam waktu 5 pekan.

Pemerintah menempatkan dana PEN sebesar Rp3 triliun kepada tiga bank syariah pada 30 September 2020 dengan suku bunga 2,84% dan tenor 6 bulan. Ketiganya yakni Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRIsyariah.

Adapun, total penyaluran pembiayaaan oleh tiga bank ini telah mencapai Rp5,89 triliun kepada 44.320 debitur. Pertumbuhan pembiayaannya secara mingguan naik Rp340 miliar atau 6,1%. Penyaluran pembiayaan bank syariah secara mingguan juga meningkat cukup signifikan. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan telah mencapai target leverage 2 kali dalam kurun waktu 5 pekan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan perbankan kredit pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top