Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsolidasi Insurtech Diramal Marak pada Tahun Kerbau Logam 2021

CEO Asuransi Sompo Eric Nemitz menilai bahwa meningkatnya kegiatan pemasaran secara daring (online) menjadi tantangan yang harus diantisipasi pada tahun ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  22:10 WIB
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi.  -  Antara
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sompo Insurance Indonesia (Asuransi Sompo) menilai bahwa konsolidasi insurtech akan semakin marak seiring meningkatnya adopsi teknologi di industri asuransi. Pandemi Covid-19 pun menuntut industri untuk semakin memperkuat layanan digital.

CEO Asuransi Sompo Eric Nemitz menilai bahwa meningkatnya kegiatan pemasaran secara daring (online) menjadi tantangan yang harus diantisipasi pada tahun ini. Peningkatan tersebut terjadi karena selama pandemi Covid-19 berbagai aktivitas fisik terpaksa harus terhenti.

Berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau yang kini bernama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut memengaruhi jalannya bisnis asuransi. Proses penjualan, pelayanan, hingga pembayaran klaim pun harus dilakukan tanpa tatap muka.

Nemitz menilai bahwa kondisi tersebut menjadi akseleran adopsi teknologi karena industri asuransi harus menjaga, bahkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanannya. Kondisi yang terus berlanjut itu dinilai akan memengaruhi perkembangan industri.

“Karenanya, dalam jangka pendek hingga menengah, kita akan melihat konsolidasi di industri insurtech baik melalui merger dan akuisisi, kerja sama teknologi jangka panjang, dan bahkan mungkin muncul saluran distribusi digital baru yang mendisrupsi," ujar Nemitz pada Rabu (27/1/2021).

Perkiraannya itu muncul dari respons para nasabah Asuransi Sompo yang menginginkan pelayanan personal dan on-demand di ponsel mereka. Perusahaan-perusahaan asuransi pun perlu menangkap peluang itu.

"Bagaimanapun, ini semua akan menguntungkan nasabah dan pelaku bisnis perantara yang menginginkan kecepatan dan kenyamanan,” ujarnya.

Menurut Nemitz, perseroan pun menargetkan berbagai inovasi pada tahun ini untuk bisa mengembangkan kinerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang penuh tantangan. Inovasi itu pun perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para nasabah.

Dia pun menilai bahwa salah satu risiko yang perlu dipertimbangkan pada tahun ini adalah penyelesaian klaim terkait Covid-19. Menurutnya, perusahaan asuransi harus memastikan tidak terjadi masalah dalam penyelesaian klaim itu, karena Covid-19 sudah cukup menjadi beban bagi masyarakat.

Asuransi kesehatan menjadi salah satu produk yang mendorong kinerja perusahaan asal Jepang tersebut. Selain itu, Asuransi Sompo pun memberikan proteksi untuk properti, kendaraan bermotor, pengiriman kargo, teknik, kecelakaan pribadi, perjalanan, kredit perdagangan, hingga kewajiban bisnis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inovasi asuransi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top