Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Interim Merger, Aset BCA Syariah Tumbuh 12,5 Persen di 2020

Aset BCA Syariah per Desember 2020 meningkat menjadi sebesar Rp9,7 triliun dari Rp8,6 triliun pada tahun sebelumnya.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  12:32 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan pertumbuhan positif dari sisi aset, DPK, maupun laba di tengah tantangan pandemi selama tahun 2020.

Direktur BCA Syariah Pranata menyebutkan aset BCA Syariah per Desember 2020 tercatat sebesar Rp9,7 triliun, meningkat sebesar 12,57 persen dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp8,6 triliun.

Pertumbuhan Aset BCA Syariah didukung oleh penambahan modal dari hasil penggabungan dengan Bank Interim Indonesia. Kenaikan aset juga didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp6,8 triliun atau meningkat 10,37 persen dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp6,2 triliun.

Adapun profitabilitas sampai dengan Desember 2020 meningkat dengan laba sebelum pajak (Profit Before Tax) tercatat sebesar sebesar Rp92,6 miliar, meningkat 11,17 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp83,3 miliar.

Sementara Pembiayaan BCA Syariah sampai dengan 2020 relatif stagnan, sebagai dampak dari rendahnya permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha dalam masa pandemi. Pembiayaan BCA Syariah per Desember 2020 tercatat sebesar Rp5,6 triliun, terkoreksi sebesar 1,35 persen yoy.

"Di tengah pandemi Covid-19 BCA Syariah tetap berkomitmen untuk melakukan fungsi intermediasi dengan tetap menyalurkan pembiayaan di samping melakukan restrukturisasi disesuaikan dengan kondisi usaha dan kebutuhan nasabah. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap sektor usaha dan mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," terangnya dalam acara Pemaparan Kinerja Keuangan BCA Syariah 2020 secara virtual kepada media, Senin (8/2/2021).

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih difokuskan pada sektor produktif diantaranya sektor perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Adapun komposisi segmentasi pembiayaan BCA Syariah didominasi oleh pembiayaan komersial sebesar 75,61 persen, UMKM sebesar 22,11 persen, dan pembiayaan konsumer sebesar 2,28 persen.

Kualitas pembiayaan BCA Syariah dapat dipertahankan pada level yang rendah dan sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,50 persen dan NPF Net sebesar 0,01 persen. Baik NPF Gross maupun Net mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58 persen dan 0,26 persen.

Sejalan dengan kebijakan stimulus perekonomian nasional dari Regulator, BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada 2020 sebesar Rp876 miliar dengan komposisi 70 persen restrukturisasi pembiayaan atau sebesar Rp614 miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Kendati menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan, Loan at Risk (LaR) BCA Syariah di Desember tercatat sebesar 16,34 persen atau turun sebesar 0,11 persen jika dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar 16,45 persen. Angka ini masih berada di bawah LaR Bank Umum Syariah yang per September 2020 tercatat sebesar 30 persen.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan sejalan dengan kinerja baik yang diraih perbankan Syariah nasional, BCA Syariah mampu menunjukkan kemampuannya untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi.

"Manajemen aset dan liabilitas secara optimal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehatian-hatian menjadi kunci kami dalam melaksanakan operasional perbankan BCA Syariah," terangnya.

Dalam mendukung tatanan kehidupan normal baru, BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi para nasabah. Di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 50 persen sebanyak 48.000 pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 32.000 pengguna.

Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah meningkat 128 persen menjadi sebesar menjadi 10.000 pengguna dibandingkan tahun lalu di kisaran 4.000 pengguna.  Transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan syariah BCA Syariah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top