Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga 16 Februari, Penjualan SBN Ritel ORI019 di BCA Tembus Rp3,8 Triliun

Senior Executive Vice President Wealth Management BCA Christine Setyabudhi menyebutkan hingga 16 Februari 2021, penjualan ORI019 di BCA mencapai Rp3,8 triliun. Jumlah investor yang melakukan pembelian ORI019 di BCA tercatat sebanyak lebih dari 11.000 investor.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  18:10 WIB
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan angka penjualan ORI019 mencapai Rp3,8 triliun jelang penutupan masa penawaran pada 18 Februari 2021.

Senior Executive Vice President Wealth Management BCA Christine Setyabudhi menyebutkan hingga 16 Februari 2021, penjualan ORI019 di BCA mencapai Rp3,8 triliun. Jumlah investor yang melakukan pembelian ORI019 di BCA tercatat sebanyak lebih dari 11.000 investor.

Hampir separuh dari jumlah investor yang melakukan pembelian ORI019 di BCA dilakukan melalui Welma, aplikasi mobile wealth management dari BCA. "Sebanyak 47,5% transaksi melalui Welma," sebutnya, Rabu (17/2/2021).

Dilihat dari profilnya, pembeli ORI019 di BCA mencakup seluruh profesi mulai dari pegawai, wiraswasta, hingga pelajar dan ibu rumah tangga. Pemesanan ORI019 juga banyak diminati oleh kalangan milenial dan secara geografis melingkupi hampir sebagian besar wilayah di Indonesia.

Perseroan mencermati bahwa obligasi ritel Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar di tahun depan. Di tengah iklim suku bunga global yang rendah yang masih akan terjadi di tahun depan, obligasi masih memberikan imbal hasil yang lebih menarik.

Selain itu obligasi juga cocok dijadikan salah satu pilihan alokasi portofolio nasabah yang berprofil risiko konservatif, moderat, hingga agresif.

Sejalan dengan hal tersebut, produk reksa dana, obligasi, dan bancassurance mencatatkan pertumbuhan fee based income di mana secara tahunan meningkat 64% per Desember 2020.

"Melihat kondisi pasar sekarang ini serta kontribusi fee based income produk investasi terhadap total FBI BCA yang juga melanjutkan tren kenaikan, kami berharap ke depannya bisnis wealth management akan tumbuh positif," terangnya.

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk senantiasa memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi solusi investasi maupun asuransi kapan pun dan di mana pun, baik di cabang maupun di channel digital wealth management BCA yaitu aplikasi Welma. BCA terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam rangka menggerakkan roda perekonomian nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan obligasi ritel indonesia
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top