Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Dorong Bank Syariah Indonesia Tangkap Potensi Milenial

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan berkembangnya kelas menengah dan generasi milenial muslim akan meningkatkan kebutuhan produk layanan syariah termasuk jasa keuangan syariah.
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk., (BSI) sebagai perbankan syariah terbesar di Indonesia harus dapat menjangkau layanan syariah merata, termasuk menangkap potensi dari pertumbuhan generasi milenial.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BSI pada Kamis (25/2/2021).

Dia mengatakan berkembangnya kelas menengah dan generasi milenial muslim yang semakin sadar untuk bertransaksi sesuai keyakinannya akan meningkatkan kebutuhan produk layanan syariah termasuk jasa keuangan syariah.

“Peluang ini pun harus ditangkap dan dimanfaatkan dengan baik oleh BSI,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mega merger bank syariah milik bank BUMN secara resmi terwujud pada 1 Februari 2021. Proses merger dilakukan dalam waktu relatif singkat yakni kurang dari 5 bulan

Dari penggabungan tersebut, BSI mencatatkan total aset sebesar Rp239,56 triliun per Desember 2020 atau urutan ketujuh terbesar di industri perbankan nasional. Adapun, modal inti mencapai Rp22,61 triliun.

Tak hanya di level nasional, Wapres juga mendorong BSI agar dapat menjadi pemain global, bersanding dengan perbankan dari negara Arab, seperti Al Bilad dari Arab Saudi dan Boubyan Bank dari Kuwait.

“Kita harus mulai memikirkan untuk menyusun rencana kerja untuk menjadikan BSI sebagai pemain global. Saya mengerti ini tidak mudah mengingat pada saat ini BSI masih termasuk dalam kategori bank buku 3,” paparnya.

Untuk itu, status sebagai buku 4 harus segera diakselerasi. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan pada kebijakan yang dapat meningkatkan peringkat BSI sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper