Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lifestyle SuperApp Perlu Inovasi Produk Agar Bangkit di Era New Normal

Dengan banyaknya bukti bahwa produk lifestyle yang masih bisa tumbuh di era new normal, Traveloka melihat bahwa kemudahan untuk akses finansial seperti pembayaran atau cicilan di dalam platform, menjadi salah satu ruang yang Traveloka terus kembangkan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 25 April 2021  |  19:59 WIB
Travelokaquick - traveloka.com
Travelokaquick - traveloka.com

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan teknologi penyedia layanan perjalanan Traveloka percaya bahwa untuk bertahan di era new normal, kuncinya inovasi dan penyesuaian produk, termasuk integrasi dengan layanan finansial yang menunjang lifestyle pengguna.

Reza Amirul Juniarshah, Head of Corporate Communications Traveloka mengakui pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap para pelaku industri, termasuk yang bergerak di sektor gaya hidup dan pariwisata seperti Traveloka.

Oleh sebab itu, Traveloka masih akan menghadirkan inisiatif dan inovasi produk yang sejalan dengan upaya-upaya pencegahan Covid-19, di tengah kebijakan pembatasan yang masih akan diterapkan pada periode jelang Ramadhan & Idul Fitri 1442 H.

"Kami menyadari bahwa Lebaran tahun ini dan tahun lalu merupakan momen yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagai lifestyle SuperApp, Traveloka senantiasa hadir untuk memberikan kemudahan akses untuk berbagai kebutuhan gaya hidup melalui berbagai inovasi kami, sambil tetap mengutamakan protokol kesehatan," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (25/4/2021).

Terkini, beberapa inovasi guna membantu para mitra untuk terus menggerakkan roda bisnisnya, antara lain Traveloka Clean Partners, Traveloka EPIC Sale, Online Xperience Tur Virtual, Buy Now Stay/Use Later, Pay Upon Check In, Easy Reschedule, hingga layanan Order Now dan Delivery untuk Traveloka Eats.

"Melalui serangkaian penyesuaian layanan dan inovasi yang kami hadirkan, sejak Juli tahun lalu, pemulihan sudah mulai konsisten terlihat di semua pasar di mana Traveloka berada, terutama di Vietnam, Thailand, serta Indonesia. Kini, jumlah transaksi di Vietnam dan Thailand telah hampir pulih 100 persen menuju level sebelum pandemi," tambah Reza.

Adapun, untuk Indonesia, menurutnya perjalanan domestik memiliki peminat yang sangat tinggi, terutama dengan tren staycation yang perlahan berkontribusi pada pemulihan sektor pariwisata Tanah Air.

Selain itu, Traveloka melihat adanya peningkatan minat pengguna terhadap layanan pesan-antar makanan dan produk atraksi serta salon dan kecantikan.

"Buktinya, peningkatan transaksi Eats Delivery sebesar hampir 25 kali lipat pada bulan Maret 2021 dibandingkan bulan November tahun lalu. Minat pengguna untuk produk atraksi serta salon dan kecantikan juga mulai mengalami peningkatan di setiap bulannya, tergambar dari meningkatnya angka pencarian sebanyak kurang lebih 6 kali lipat dibandingkan bulan Maret 2020," jelasnya.

Oleh sebab itu, dengan banyaknya bukti bahwa produk lifestyle yang masih bisa tumbuh di era new normal, Traveloka melihat bahwa kemudahan untuk akses finansial seperti pembayaran atau cicilan di dalam platform, menjadi salah satu ruang yang Traveloka pertahankan.

"Berkomitmen untuk dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap produk finansial, kami menyasar segmen masyarakat underbanked dengan menghadirkan kemudahan akses finansial secara end-to-end melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan," ungkap Reza.

Contohnya, sebagai pionir untuk solusi PayLater yang telah diperkenalkan sejak 2018, Traveloka mengaku senang bahwa saat ini solusi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan bahkan sudah banyak diterapkan oleh pelaku industri lain.

"Kami percaya bahwa menjalin kemitraan dengan berbagai pihak akan memberikan kontribusi yang positif terhadap masyarakat, yang mana juga mendukung terciptanya kemudahan akses finansial bagi masyarakat," ujarnya.

Reza menambahkan penggunaan Traveloka PayLater saat ini telah berkembang signifikan, di mana telah meningkat hingga 7 kali lipat dibandingkan akhir 2018.

Hal ini juga berdampak terhadap peningkatan pengguna Traveloka PayLater Card yang mencapai 5 kali lipat sejak pertama kali diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2019.

Sekadar informasi, Traveloka menggandeng dua perusahaan sekaligus untuk menyediakan jasa paylater, yakni multifinance yang sekaligus anak usahanya, PT Caturnusa Sejahtera Finance, serta platform peer-to-peer (P2P) lending PT Pasar Dana Pinjaman atau Danamas.

Traveloka memungkinkan pengguna menggunakan PayLater untuk pembelian Tiket Pesawat, Reservasi Kamar Hotel, Tiket Kereta Api, Tiket Atraksi & Aktivitas, Tiket Bus & Shuttle, Rental Mobil, Restoran, Bioskop, Transportasi Bandara, Kereta Bandara, Tagihan BPJS Kesehatan, Tagihan listrik PLN, Tagihan Telkom (Landline & IndiHome), Tagihan TV Kabel (MNC Vision, Trans Vision, K-Vision, & Topaz TV), Pulsa Pascabayar (Kartu Halo, XL Prioritas, & Indosat Pascabayar).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifestyle Traveloka
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top