Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemegang Saham BBYB Restui Aksi Rights Issue 5 Miliar Saham

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (28/5/2021) pukul 14.00 di Jakarta. BNC menyiapkan penawaran umum terbatas (PUT) dalam rangka hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 Mei 2021  |  12:23 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BNC) mengantongi restu para pemegang saham menambah modal melalui penerbitan saham baru dan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (28/5/2021) pukul 14.00 di Jakarta. BNC menyiapkan penawaran umum terbatas (PUT) dalam rangka hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Emiten berkode saham BBYB tersebut akan melakukan PUT V dengan HMETD sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Selanjutnya, BNC akan melakukan PUT VI dengan melepas sebanyak-banyaknya 5 miliar saham dan nilai nominal Rp100 per lembar saham.

"Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan meningkatkan modal inti perseroan," ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan keterangan resmi. 

Tjandra mengatakan dalam rangka untuk memperkuat struktur kepengurusan, BNC mengangkat Pramoda Dei Sudarmo sebagai Komisaris Independen dan Hartono Budihardjo sebagai Direktur Operasi.

"Yang berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Tjandra dalam keterangan resmi.

Adapun, kinerja keuangan BNC hingga 31 April 2021 mencatatkan total aset senilai Rp5,91 triliun, dana pihak ketiga Rp4,35 triliun, total penyaluran kredit Rp3,76 triliun, dan total ekuitas Rp1,07 triliun.

Pemegang saham BBYB sampai dengan 27 Mei 2021 antara lain PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 24,98 persen, PT Gozco Capital 20,13 persen, PT Asabri (Persero) 16,3 persen, Yellow Brick Enterprise Ltd. 11,1 persen dan sisanya pemegang saham publik 27,49 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan rights issue bank neo commerce
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top