Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Masih Tertekan, Pendapatan Bunga Bank Berpotensi Terkontraksi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan bunga bersih bank umum tercatat naik 9,2% secara tahunan pada April 2021 menjadi Rp138,77 triliun. 
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  07:27 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pertumbuhan pendapatan bunga bersih perbankan diperkirakan masih berpotensi terkontraksi seiring dengan kinerja kredit yang belum maksimal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan bunga bersih bank umum tercatat naik 9,2% secara tahunan pada April 2021 menjadi Rp138,77 triliun. Tren ini berbanding terbalik dari tren tahun lalu. Pendapatan bunga bersih bank tercatat terpangkas 1,8% secara tahunan menjadi Rp381,9 triliun pada Desember 2020.

Kendati demikian, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai untuk pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) masih berpotensi dapat tertekan.

Dia menjelaskan, potensi tekanan tersebut karena mengingat kondisi perekonomian saat ini masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Selain itu, BI rate dan inflasi pun terjaga rendah, maka untuk tahun ini NII juga tak akan terkerek.

"Kembali lagi pertumbuhan NII akan bergantung pada pemulihan ekonomi, bila target vaksin berhasil dan kasus Covid menurun, maka ekonomi dapat cepat pulih dan berdampak pada perkreditan dan pertumbuhan NII," katanya, Senin (26/7/2021).

Sementara itu, Trioksa menuturkan fee based income bank dapat kembali naik seiring dengan aktivitas penggunaan jasa bank oleh nasabah juga meningkat.

"Maka penggunaan jasa bank juga akan kembali ramai digunakan dan berdampak pada pertumbuhan fee based income bank," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bunga kredit
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top