Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Proyeksi Multifinance Terjun ke Ekosistem Digital Makin Ramai

Beragam layanan online yang bertumbuh imbas dari pandemi, bisa menjadi lahan pembiayaan yang bisa disasar para pemain multifinance.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  17:00 WIB
Ilustrasi multifinance
Ilustrasi multifinance

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru berharap industri pembiayaan alias multifinance berbondong-bondong masuk ke area yang hanya bisa diraih lewat pendekatan teknologi atau transformasi digital.

Hal ini terungkap dalam diskusi virtual Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bertajuk 'The Evolution of Fintech Financing and Its Impact Towards Financial Inclusion', di salah satu rangkaian acara Bulan Fintech Nasional, 11 November–12 Desember 2021.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 1A OJK Dewi Astuti menyampai hal ini demi menanggapi fenomena beberapa fintech di bidang pembiayaan yang akhirnya memilih mengambil lisensi multifinance.

"Kalau dulu yang terbayang oleh masyarakat kalau bicara industri pembiayaan itu, ya, hanya leasing. Buat kredit kendaraan, atau barang-barang rumah tangga. Tapi sekarang lanskap para pemain sudah berubah akibat teknologi, dan ini justru bagus buat industri," ujarnya, dikutip Rabu (8/12/2021).

Menurut OJK, semakin beragamnya fokus layanan dari para pemain industri pembiayaan, terutama yang berkaitan dengan ekosistem digital, terbilang baik buat masyarakat dan industri, karena menandakan industri ini fleksibel untuk melihat peluang-peluang kebutuhan masyarakat.

Dewi mencontohkan beberapa multifinance yang kini bermain di skema pembiayaan bayar tunda alias paylater merupakan buah dari tren belanja online di platform dagang-el.

Ke depan, boleh jadi beragam layanan online lain yang terbilang baru digunakan masyarakat buntut dari pandemi Covid-19, juga bisa menjadi lahan pembiayaan yang bisa disasar para pemain multifinance. Misalnya, seperti platform penyedia barang terkhusus, atau marketplace penyedia jasa tertentu, di luar e-commerce besar.

"Berdasarkan pengamatan kami, dari 162 pemain, yang sudah mulai bekerja sama dengan marketplace itu baru 6, sementara yang fully menyediakan pembiayaan hanya ke marketplace atau 100 persen buat kredit di aktivitas jual-beli online hanya ada 2 pemain. Jadi peluangnya masih besar," tambahnya.

Oleh sebab itu, menilik industri ini merupakan salah satu lembaga jasa keuangan yang sangat rentan terhadap penurunan daya beli masyarakat seperti pandemi lalu, OJK justru mendorong pemain multifinance semakin kreatif memasuki berbagai ekosistem digital.

Lewat strategi tersebut, diharapkan pula semakin banyak pemain industri multifinance yang sebelumnya tergolong struggling, mulai masuk ke kriteria kuat dari sisi permodalan dan kinerja keuangan.

Terlebih, Dewi menyebut dari 162 pemain dengan total aset mencapai Rp430,7 triliun pada Oktober 2021, hanya ada 32 pemain yang merupakan bagian dari grup konglomerasi tertentu. Artinya, baru ada 20 persen pemain yang punya bekal permodalan kuat, dan memiliki fungsi strategis menjadi penyedia kredit dari produk-produk yang dijual oleh induk usaha.

"Sesuai dengan road-map yang telah OJK buat yang salah satunya soal penguatan ketahanan dan daya saing, kami ingin melihat masing-masing pemain itu mulai gencar berkolaborasi dan masuk ke ekosistem [digital]. Pada akhirnya, ini akan membawa industri multifinance mengisi titik-titik di mana kebutuhan masyarakat kepada akses kredit itu terlayani," tutupnya.

OJK terus mengingatkan agar teknologi bisa dimanfaatkan para pemain industri pembiayaan untuk menekan berbagai risiko bisnis.

Selain itu, OJK juga mengingatkan para pemain yang mulai masuk ke skema-skema pembiayaan di ranah digital atau online, agar tetap menjalankan perannya di bidang edukasi dan peningkatan literasi keuangan para pengguna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance transformasi digital fintech
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top