Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong ESG di Segmen UMKM, BNI Catat Portofolio Green Banking Rp140 Triliun di September 2021

Portofolio green banking atau penyaluran kredit berwawasan lingkungan BNI hingga September 2021 mencapai Rp140,5 triliun atau setara dengan 24,7 persen dari total pinjaman yang telah disalurkan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  14:04 WIB
Gedung BNI - Istimewa
Gedung BNI - Istimewa

Bisnis.com. JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terus mendorong program pemberdayaan yang berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan serta peningkatan skala ekonomi masyarakat.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan perseroan memiliki program pemberdayaan pelaku usaha budidaya tanaman hias. Para pelaku turut membentuk ekosistem, serta bekerja sama dengan ribuan petani mitra.

“Di BNI, kami memiliki beberapa proyek besar untuk implementasi environmental, social and corporate governance [ESG] khususnya di segmen UMKM. Kami mendorong UMKM untuk lebih produktif meningkatkan skala usaha sambil meningkatkan literasi digitalnya,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (10/1/2022).

Mucharom menyampaikan bahwa portofolio green banking atau penyaluran kredit berwawasan lingkungan BNI hingga September 2021 mencapai Rp140,5 triliun atau setara dengan 24,7 persen dari total pinjaman yang telah disalurkan.

Menurutnya, portofolio ini meningkat positif pada kuartal IV/2021 ini seiring dengan pemulihan ekonomi, ekspansi sektor ekonomi berwawasan lingkungan, dan implementasi ESG di banyak sektor industri pengolahan, pertambangan, serta pertanian.

Di sisi lain, dia juga mengatakan BNI turut proaktif mendorong implementasi ESG di debitur-debitur korporasi dengan mendorong berbagai program berwawasan lingkungan hingga investasi untuk sistem kerja yang lebih ramah dengan alam.

“Contohnya, 44 persen peminjam kelapa sawit kami sudah bersertifikat ISPO/RSPO. Kami pun terus mendong porsi lebih besar lagi untuk memastikan sektor sawit ini memenuhi standar pemerintah dan global,” kata Mucharom.

BNI melihat prospek kredit ESG pada 2022 akan lebih banyak. Terlebih, tahun ini diharapkan menjadi periode pemulihan ekonomi nasional, setelah dihantam pandemi Covid-19 dalam kurun dua tahun terakhir.

Mucharom menilai tren implementasi ESG dari dari pelaku ekonomi riil juga semakin baik. “BNI sebagai pelopor green banking tentu akan terus mengikuti sambil proaktif mendorong tren implementasi ESG yang sudah sangat baik ini,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni green banking
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top