Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Modal Inti, Bank Amar (AMAR) Bakal Dua Kali Rights Issue Tahun Ini

Per September 2021, modal inti Bank Amar (AMAR) senilai Rp1,01 triliun, atau jauh di bawah ketentuan OJK tahun ini, yakni Rp3 triliun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  19:08 WIB
Kejar Modal Inti, Bank Amar (AMAR) Bakal Dua Kali Rights Issue Tahun Ini
Logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) tengah melakukan diskusi dengan sejumlah investor potensial terkait dengan penambahan modal atau rights issue untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun pada 2022.

Sebagaimana diketahui, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum mewajibkan perbankan untuk memiliki modal inti Rp1 triliun di 2020, lalu naik Rp2 triliun pada 2021 dan Rp 3 triliun tahun 2022.

Oleh sebab itu, tidak heran apabila aksi korporasi seperti rights issue kian marak. Hal itu pula yang akan dilakukan Bank Amar pada tahun ini.

“Terkait penambahan modal, kami sedang dalam diskusi dengan beberapa investor potensial untuk memenuhi persyaratan modal inti minimum dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” ujar President Director Amar Bank, Vishal Tulsian, Rabu (2/2/2022).

Dalam prospektus yang dirilis perseroan pada akhir Desember 2021, Bank Amar berencana menggelar aksi Penawaran Umum Terbatas (PUT) I atau rights issue pada Februari 2022. Aksi tersebut mengincar dana senilai Rp1 triliun.

Bank Amar akan menerbitkan saham baru sebanyak 5,78 miliar lembar dengan nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp173 per saham.

Dalam aksi itu, Tolaram Group Inc. selaku pemegang saham utama perseroan akan menyerap seluruh haknya yakni sebanyak 1,73 miliar saham baru. Selain itu, Tolaram juga bertindak sebagai pembeli siaga jika saham tidak diserap investor lain, maksimal Rp700,5 miliar.

Setelah aksi korporasi itu selesai, Vishal mengatakan bahwa perseroan akan kembali menggelar rights issue yang kedua pada tahun ini. Sampai dengan September 2021, modal inti Bank Amar sebanyak Rp1,01 triliun.

“Jadi, rights issue pertama akan terjadi pada bulan Februari bulan ini. Dan kami akan segera melakukan right issue kedua yang juga akan diselesaikan tahun ini,” pungkasnya.

Menurut Vishal, dengan minat investor yang diklaim cukup tinggi, Bank Amar diyakini mampu memenuhi ketentuan modal inti sebanyak Rp3 triliun pada tahun ini.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK modal inti Bank Amar
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top