Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Libur Lebaran, Saham Bank Jago (ARTO) Amblas 6,87 Persen

Sementara itu jika dihitung sejak awal 2022, saham ARTO sudah turun 37,37 persen dari sebelumnya Rp17.325 pada 3 Januari 2022. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  13:16 WIB
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis - Abdurachman
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menjadi emiten bank dengan penurunan harga saham paling dalam pada sesi perdagangan I Senin (9/5/2022), atau merosot 6,87 persen. 

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia, akibat penurunan yang terjadi saham ARTO terparkir di harga Rp10.850 per saham pada pukul 11.30 WIB. Selain ARTO beberapa bank digital juga mengalami penurunan saham pada hari pertama perdagangan setelah libur Lebaran 2022. 

Sementara itu jika dihitung sejak awal 2022, saham ARTO sudah turun 37,37 persen dari sebelumnya Rp17.325 pada 3 Januari 2022. 

Sekadar informasi, pada kuartal I/2022 Bank Jago mengantongi laba bersih Rp18,9 miliar. Capaian ini berbalik dari tahun sebelumnya yang masih membukukan rugi.  

Laba pada triwulan pertama 2022 ini didorong oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 845 persen menjadi Rp316 miliar. Pada periode yang sama beban operasional bank naik 307 persen menjadi Rp292,7 miliar.  

Bila dibedah lebih rinci capaian laba tahun ini tidak terlepas dari unit usaha syariah yang dibentuk pada September 2021. Pada kuartal pertama tahun ini, kontribusi Jago Syariah terhadap pendapatan bunga bersih bank sebesar 48 persen. 

Jago Syariah juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan penyaluran dana bank. 

Sepanjang Januari–Maret 2022, Bank Jago tercatat menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah senilai Rp6,14 triliun, naik hampir 5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 40 persen di antaranya merupakan pembiayaan syariah. 

Sementara itu dari segi profitabilitas, bank masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Per Maret 2022, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) bank masih jauh di bawah industri. 

Mengutip laporan publikasi ROA dan ROE Bank Jago sebesar 0,77 persen dan 0,99 persen. Pada periode yang sama ROA industri perbankan per Januari 2022 2,53 persen dan ROE bank-bank berkapitalisasi besar sudah lebih dari 10 persen. 

Selain itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank pun tinggi, yakni 93,34 persen. Dalam catatan OJK, rata-rata BOPO industri adalah 82,04 persen per Januari 2022. 

Akan tetapi yang menarik adalah bank memiliki net interest margin (NIM) yang terbilang tinggi, yakni 11,08 persen, sedangkan rata-rata industri 4,6 persen pada Januari 2022. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten bank bank jago Bank Digital
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top