Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemegang Saham Mayoritas Bank Aladin (BANK) Tak Ikut Serap Rights Issue

Bank Aladin bakal melaksanakan rights issue sebanyak 1.999.933.723 saham dengan harga pelaksanaan Rp2.000 tiap sahamnya.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  10:58 WIB
Karyawati menggunakan aplikasi mobile Bank Aladin di Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menggunakan aplikasi mobile Bank Aladin di Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aladin Global Ventures (AGV) selaku pemegang saham mayoritas PT Bank Aladin Syariah Tbk. tidak akan melaksanakan haknya dalam aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

Sebagaimana diketahui, Bank Aladin bakal melaksanakan rights issue sebanyak 1.999.933.723 saham dengan harga pelaksanaan Rp2.000 tiap sahamnya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, AGV yang menggenggam 60,21 persen saham Bank Aladin tidak akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam rights issue tersebut.

“Akan melepas seluruh HMETD yang dimiliki oleh AGV kepada publik melalui mekanisme pasar,” tulis prospektus Bank Aladin dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (11/5/2022).

AGV tercatat menjadi pemegang saham mayoritas Bank Aladin dengan kepemilikan 7.988.245.746 lembar saham per 25 Februari 2022. Sementara itu, masyarakat memiliki saham perseroan sebanyak 5.277.992.478 lembar atau 39,79 persen dari total saham.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan itu mencapai 11,12 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun, jumlah dana yang akan diterima BANK dalam rights issue ini diperkirakan mencapai Rp4 triliun.

“Rencana penggunaan dana akan dipergunakan untuk penyaluran pembiayaan untuk mendukung kinerja perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank Aladin Syariah, Mayang Ekaputri, dalam surat yang ditujukan pada otoritas bursa, Senin (9/5).

Bank Aladin Syariah pada April 2022, telah mengumumkan adanya investor baru yakni perusahaan asuransi digital asal China, ZA Tech Global. Kala itu, Presiden Direktur Bank Aladin Dyota Mahottama Marsudi mengatakan kolaborasi dengan ZA Tech dilakukan untuk mengambil kesempatan dan memastikan layanan finansial yang apik.

Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal I/2022, Bank Aladin mencatatkan total rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp43,98 miliar, berbalik dari posisi untung sebesar Rp1,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut membuat aset Bank Aladin pada kuartal I/2022 turun sebesar 40,03 persen, dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Bank Aladin membukukan aset senilai Rp1,30 triliun. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rights issue bank aladin syariah
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top