Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mayoritas Pemain P2P Lending Masih Merugi, OJK Beri Lampu Kuning

Fenomena ini bukan berarti mencerminkan kebanyakan platform P2P lending berada dalam kondisi keuangan tidak sehat. Namun, murni karena industri masih seumur jagung, sehingga mayoritas pemain masih fokus mengejar pertumbuhan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  10:31 WIB
Mayoritas Pemain P2P Lending Masih Merugi, OJK Beri Lampu Kuning
Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol) - Samsung.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati bahwa dari 102 platform pemain industri teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending), baru segelintir yang sudah mampu mencatatkan laba.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W Budiawan menjelaskan dari data industri per kuartal I/2022, para pemain secara agregat masih mencatatkan rugi setelah pajak Rp25,41 miliar.

"Namun demikian, pada periode akhir tahun 2021, nilai agregat industri sudah berhasil mencatat laba bersih mencapai Rp208,6 miliar. Sebagai industri baru, OJK melihat mayoritas penyelenggara industri P2P lending memang masih mencatat kerugian," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/6/2022).

Menurut Bambang, sama seperti perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi pada umumnya, kebanyakan pemain belum fokus mencetak laba karena masih dalam fase berkembang secara signifikan.

Oleh sebab itu, fenomena ini bukan berarti mencerminkan mayoritas pemain P2P lending berada dalam kondisi keuangan tidak sehat. OJK pun terus memonitor kinerja keuangan para pemain.

"Selain itu, banyak platform P2P lending yang baru mendapatkan izin usaha permanen pada tahun lalu. Setelah mendapatkan izin usaha tersebut, penyelenggara terus mengembangkan usahanya yang tentunya membutuhkan biaya pengembangan yang relatif besar, sehingga berdampak menggerus pendapatan perusahaan," jelasnya.

OJK akan memantau perkembangan setiap platform, terutama dari sisi kecukupan permodalan. Sebab, platform P2P lending bertugas mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower), artinya industri ini memiliki dua sisi pengguna yang harus dijaga.

"Kami akan memonitor bagaimana para pemain menjaga profitabilitas, serta ekuitas yang memadai, sehingga memiliki kemampuan menjalankan bisnis penyaluran pinjaman yang terjaga," ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan OJK juga sedang dalam proses penyiapan aturan baru, yang salah satunya ditujukan untuk memastikan para pemain memiliki ekuitas yang cukup untuk mengembangkan usahanya secara sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech P2P lending
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top