Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UOB Bidik Penyaluran Pembiayaan Hijau Tumbuh 5 Kali Lipat dalam 5 Tahun

UOB Indonesia ambisius membidik target pembiayaan hiijau seiring dengan kebijakan pemerintah menetapkan Indonesia mencapai bebas emisi pada 2060.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  18:59 WIB
UOB Bidik Penyaluran Pembiayaan Hijau Tumbuh 5 Kali Lipat dalam 5 Tahun
UOB Indonesia bidik penyaluran pembiayaan hijau tumbuh 5 kali lipat dalam 5 tahun. - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank UOB Indonesia memiliki target ambisius dalam penyaluran pembiayaan hijau atau sustainable finance. Bank yang bermarkas di Singapura tersebut sangat serius mendukung perusahaan-perusahaan dalam menerapkan efisiensi energi demi terciptanya ekonomi yang berkelanjutan.

Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan mengatakan kontribusi UOB dalam pembiayaan hijau sudah sangat besar, meski di Indonesia masih baru. 

“Target [pembiayaan hijau] kami ambisius. Dalam 3–5 tahun ke depan pertumbuhannya 4-5 kali lipat dari yang sudah ada. Saya dapat menyampaikan pembiayaan berkelanjutan, ini cukup signifikan dan menjadi mesin pertumbuhan kredit kami,” kata Harapman dalam acara U-Energy: Transitioning to Net Zero Through Energy Efficiency belum lama ini. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, saat ini portofolio pembiayaan perusahaan dari sektor energi terbarukan tumbuh signifikan. Sayangnya, dia tidak menyebutkan detail pertumbuhan tersebut.

Harapman menuturkan keberlanjutan menjadi hal yang penting bagi UOB. Beberapa nasabah perseroan, terus mencari dan mengembangkan sebuah proyek berkelanjutan dan go green.

Sementara itu secara grup, Head of Construction & Infrastructure, Sector Solutions Group UOB Singapore Jasper Wong mengatakan sustainable finance merupakan hal penting bagi perusahaan. Di Indonesia, pemerintah telah menargetkan net zero emission atau bebas emisi pada 2060, sedangkan di negara asalnya, atau Singapura telah menetapkan bebas emisi pada 2050.

“Kami sendiri menargetkan pembiayaan hijau $30 miliar singapura pada 2025,” kata Jasper.


Sekadar informasi, UOB belum lama meluncurkan platform pendanaan terintegrasi U-Energy untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang dikhususkan bagi perumahan dan gedung sebagai wujud aktif perseroan ikut berkontribusi pada program target net-zero yang ditetapkan pemerintah pada 2060.

Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan platform pembiayaan U-Energy itu terbilang sebagai fasilitas pendanaan pertama di kawasan Asia berkaitan dengan upaya efisiensi energi dari bangunan komersial dan perumahan.

U-Energy juga menjadi rangkaian solusi pembiayaan berkelanjutan dari UOB yang berdasarkan pada kerangka pendanaan kota pintar berkelanjutan atau smart city sustainable framework yang memprioritaskan aspek ramah lingkungan.

“Kami akan memberikan panduan kepada para pelaku bisnis dan individu pemilik rumah tinggal yang ingin melangkah dalam model operasional berkelanjutan termasuk kebutuhan pembiayaan,” kata Hendra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank uob indonesia sustainable finance
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top